Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tesla

Rencana Elon Musk Produksi Baterai Tesla Sendiri Tersendat, Ini Penyebabnya!

Elon Musk ingin membuat baterai yang lebih murah secepatnya. Tetapi kepala eksekutif Tesla Inc tidak mungkin mencapai target ambisius Tesla untuk memproduksi baterai barunya secara massal tahun ini, kata orang dalam dan analis industri.

Autos.id  –  Meskipun Elon Musk dikenal sering melakukan hal yang awalnya dikira mustahil, dimulai dengan mengubah produsen kendaraan listrik Tesla menjadi perusahaan mobil paling berharga di dunia, namun tantangan untuk meluncurkan pabrik baru dan mengembangkan cara baru dalam pembuatan baterai, tampaknya terlalu berat.

Harga Bahan Baku Baterai yang Mencapai Rekor Tertinggi

Taruhannya tinggi. Harga bahan baku untuk baterai seperti nikel mencapai rekor  tertinggi minggu ini di tengah kekhawatiran kurangnya pasokan yang berasal dari area konflik Rusia-Ukraina. Elon pada Januari lalu sudah memperkirakan akan ada kendala pada  pasokan baterai tahun depan, lalu berminat untuk melakukan produksi baterai di internal Tesla sebagai kunci pertumbuhan di tengah krisis mendatang.

“Dia (Elon Musk) mengubah cara pembuatan baterai dilakukan,” kata Shirley Meng, seorang profesor Universitas Chicago yang sebelumnya bekerja dengan Maxwell, sebuah perusahaan teknologi baterai yang diakuisisi oleh Tesla. “Ini benar-benar sulit untuk diproduksi dengan kecepatan dan skala yang besar.”

Seorang Analis Meragukannya

“Saya pikir mereka mungkin akan gagal mencapai  produksi  baterai 4680 sel selama tahun depan,” kata Gene Munster, Managing Partner di perusahaan modal ventura, Loup Ventures, mengacu pada baterai mobil listrik generasi berikutnya. Munster melihat Tesla ingin mengejar target dalam jangka panjang, tetapi mereka memulai pengerjaan dengan lambat, mengingat sejarah produksi model barunya.

Musk mengatakan membuat baterai dalam skala besar akan sangat sulit, tetapi akan sangat penting untuk tujuannya membangun mobil listrik untuk jarak jauh yang lebih murah dan akan membuat Tesla lebih unggul di depan para pesaing yang terus bertambah. Seperti pembuat mobil lainnya, Tesla mengambil sel baterai dari pemasok seperti Panasonic Corp, CATL, dan LG Energy Solution. Pada akhir 2020, Musk mengumumkan bahwa Tesla bertujuan untuk mengurangi separuh biaya bagian paling mahal dari sebuah EV dengan memproduksi baterainya sendiri.

Baterai lithium-ion 4680 Tesla – dengan diameter 46 milimeter dan panjang 80 milimeter, menampung sekitar lima kali energi dari baterai 2170 sel yang lebih kecil saat ini. Tesla dapat menggunakan lebih sedikit sel baru untuk energi dan jarak tempuh yang sama, sehingga mengurangi biaya.

Tesla mengatakan akan mulai mengirimkan kendaraan Model Y dengan sel baterai yang lebih besar pada akhir Maret. Pada tahun 2020, Musk mengatakan Tesla akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 100 gigawatt jam dari bateria 4680 sel tahun ini, cukup untuk memberi daya pada sekitar 1,3 juta mobil, dan lebih dari cukup untuk memasok produksi di pabrik-pabrik di Texas dan Jerman.

Tesla diperkirakan akan mengirimkan sekitar 1,4 juta kendaraan tahun ini. Peneliti industri, Benchmark Mineral Intelligence, mengharapkan perusahaan akan memproduksi baterai untuk sekitar 30.000 kendaraan Model Y dan akan tumbuh menjadi 484.000 pada tahun 2024, menurut perkiraan dari Reuters.

Teknologi Baru Waktu Produksi yang Lama

Tesla menghadapi proses panjang dalam megembangkan pabrik baterai, diperumit oleh rencana untuk menggunakan teknologi manufaktur baru yang disebut pelapisan elektroda kering (dry electrode coating). “Ada proses yang sangat panjang untuk menyempurnakan peralatan sebelum Anda dapat mencapai volume produksi,” kata Caspar Rawles, kepala petugas data di Benchmark, Ia menambahkan, Tesla harus menyempurnakan proses manufaktur tahun ini untuk memastikan kesesuaian dengan volume produksi pada 2023. “Produksi baterai sulit, bahkan sulit untuk pemasok berpengalaman,” kata Rawles.

Baru 1 Juta Produksi

Tesla mengatakan telah memproduksi satu juta bateria 4680 sel pada bulan Januari. Tidak disebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tonggak sejarah itu, tetapi Benchmark memperkirakan bahwa 1 juta sel hanya akan memberi daya pada 1.200 Model Y, yang menunjukkan bahwa perjalanan Tesla masih panjang.

Tesla tidak memberi tanggapan lebih lanjut perihal kelancaran bisnis baterainya. Wakil Presiden Senior, Drew Baglino, mengatakan pada bulan Januari Tesla “membuat kemajuan yang berarti” di pabrik baterai ujinya di Fremont, California, bahkan sudah memasang peralatan baterai di pabriknya di Texas. Baglino mengatakan “Fokus Tesla adalah untuk mendorong kualitas hasil dan biaya untuk memastikan kami siap untuk volume yang lebih besar tahun ini saat kami meningkatkan dan tahun depan.”

Sebagai tanda ambisi Tesla, Tesla berharap untuk mengalahkan pembuat baterai yang sudah mapan seperti Panasonic dan LG dengan memasarkan baterai 4680 sel buatannya. Kesulitan utama bagi Tesla adalah merencanakan proses manufaktur baru, yang disebut elektroda kering, sebuah teknologi yang diperoleh melalui akuisisi perusahaan Start-up California Maxwell Technologies pada 2019.

Pembuatan elektroda kering melewatkan langkah tradisional yang rumit dalam pembuatan baterai yang melibatkan bubur kimia. Jika berhasil, itu akan lebih murah dan lebih efisien, tetapi Musk dengan jujur mengakui itu masih akan menjadi tantangan. “Bagian yang sangat sulit adalah untuk meningkatkan produksi dan mencapai ketahanan dan keamanan yang tinggi pada bateria sel baru tersebut,” kata Elon Musk pada konferensi baterai Eropa pada November 2020.

Meski begitu, timeline yang disusun Tesla terlihat optimis. Butuh lebih dari satu dekade bagi pembuat baterai untuk mengoptimalkan proses manufaktur konvensional untuk baterai lithium-ion. Jadi, mungkin Elon Musk dan Tesla akan mengalami kesulitan untuk saat ini.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Tesla

Charger Adapter dari Tesla ini memungkinkan mobil listriknya bisa di charge dimasa saja dengan memanfaatkan pengisian daya CCS Combo 1 berkapasitas 250 kW. Autos.id...

Tesla

Beberapa model Tesla seperti Model 3, Model Y, Model S, hingga Model X menjadi model Tesla yang terdampak recall power window tersebut. Autos.id –...

Tesla

Meskipun berhasil mengungguli penjualan mobil Tesla, grup Tesla masih harus mengakui keunggulan Volkswagen Group yang memegang penjualan mobil listrik terlaris sepanjang paruh pertama 2022...

Tesla

Nantinya pabrikan perakitan Tesla di Kanada akan mengusung konsep Gigafactory serta menjadikannya pabrik perakitan mobil tercanggih yang pernah ada di Kanada. Autos.id – Brand...