Berita Otomotif

Dampak COVID 19, Adira Perpanjang Tenor Pembayaran

Adira mengakui situasi saat ini sedang sulit karena perusahaan memberikan keringanan kepada nasabah.

Jakarta, Autos.id  PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) masih mendata konsumen yang akan mendapatkan relaksasi kredit akibat virus Corona atau Covid-19.  Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli mengatakan pengumpulan data tersebut masih membutuhkan waktu beberapa hari ke depan.

“Jadi relaksasi ini kita dalam proses mendata. Kita kan harus melihat apakah para customer ini sesuai dengan kriteria yang ada. Akan perlu waktu untuk ke sana,” tutur Hafid saat konferensi pers via aplikasi Zoom, baru-baru ini.

Menyoal berapa nasabah yang akan mendapat relaksasi tersebut, pihaknya belum bisa menyebutkan. Untuk para driver ojek online dan taksi online, Adira Finance pun belum bisa menyebut angkanya. Untuk menentukan konsumen mana yang berprofesi sebagai driver ojek online pun Adira Finance masih membutuhkan waktu agar data yang didapat lebih tepat.

“Berapa jumlahnya? Kita belum mengetahui sampai sekarang. Karena saat pengajuan kredit profesi awalnya adalah sebagai karyawan informal atau pun wiraswasta informal,” terang Hafid.

Sementara itu, Pada tanggal 31 Maret 2020, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau “Perusahaan”) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan beberapa keputusan antara lain sebagai berikut.

RUPST telah menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku 2019, pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC), dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian, dan mengesahkan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku 2019.

Selanjutnya, RUPST juga memutuskan untuk membayarkan dividen tunai sebesar Rp 1.054,5 miliar atau Rp 1.054,5 per lembar saham, yang merupakan 50% dari Laba Bersih Perusahaan untuk tahun buku 2019. Pembayaran dividen ini akan dilakukan pada tanggal 30 April 2020. Adira Finance telah konsisten dalam memberikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham. RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp 21,1 miliar atau 1% dari laba bersih dan menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Selain itu, RUPST menyetujui pengunduran diri Willy Suwandi Dharma dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan dan mengangkat Congsin Congcar sebagai member dari Komisaris Perusahaan, yang efekif setelah lulus Uji Kemampuan and Kepatutan dari OJK. Selain itu, Perseroan juga menyetujui pengangkatan dua direksi baru yaitu Harry Latif dan Jin Yoshida, yang efekif setelah lulus Uji Kemampuan and Kepatutan dari OJK.

Dengan demikian, susunan keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris/Board of Commissioners              

Komisaris Utama/President Commissioner:   Yasushi Itagaki*

Komisaris merangkap Komisaris Independen/Commissioner, concurrently as Independent Commissioner:      Djoko Sudyatmiko

Komisaris merangkap Komisaris Independen/Commissioner, concurrently as Independent Commissioner:      Krisna Wijaya

Komisaris/Commissioner :        Eng Heng Nee Philip

Komisaris/Commissioner :        Muliadi Rahardja

Komisaris/Commissioner :        Congsin Congcar*

Terakhir, Perusahaan juga melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap V Tahun 2019 senilai Rp 2.000 miliar, Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap VI Tahun 2019 sebesar 1.192 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp 96 miliar. Setelah biaya penerbitan, dana hasil dari penerbitan obligasi ini digunakan untuk mendanai pembiayaan baru.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top