Mitsubishi

5 Fakta yang Perlu Diketahui Sebelum Pilih Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Kali ini Autos.id akan memberikan lima fakta sebagai bahan pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza agar tak salah pilih.

Jakarta, Autos.id – Fenomena Mitsubishi Xpander masih saja terus berlanjut. Meski ada selentingan kabar jika jumlah pesanan Xpander tidak real, tetap saja masih banyak yang penasaran dengan mobil keluaran Mitsubishi ini.

Segala hal tentang Mitsubishi Xpander selalu diburu, beberapa dealer Mitsubishi di Jakarta pun mengaku kepada kami jika banyak konsumen yang ingin merasakan langsung unit test drive dari Xpander. “Yang minta test drive banyak, apalagi kalau akhir pekan,” ucap satu marketing dari dealer Mitsubishi di kawasan Jakarta Barat kepada Autos.id

“Terlepas nantinya siapa yang akan memakai mahkota MPV terlaris di Indonesia, kali ini Autos.id akan berikan lima fakta pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza”

Beberapa golongan masyarakat pun memandang Xpander sebagai rival kuat untuk menggantikan Toyota Avanza sebagai rajanya mobil di Indonesia. Ya, predikat mobil paling laris di Nusantara memang tak bisa lepas dari Avanza. Karenanya Mitsubishi pun berusaha keras untuk menyamai gelar tersebut.

Terlepas nantinya siapa yang akan memakai mahkota MPV terlaris di Indonesia, kali ini Autos.id akan berikan lima fakta pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza. Fakta-fakta ini kami beberkan sebagai bahan pertimbangan bagi Kawan Autos yang sedang menimbang apakah beli Xpander, atau tetap Avanza.

Harga
Ya, harga memang menjadi acuan seseorang ketika ingin memutuskan untuk membeli sebuah mobil, baik itu baru ataupun bekas. Mitsubishi menawarkan Xpander dalam enam varian, yakni GLX, GLS, Exceed transmisi manual, Exceed transmisi otomatis, Sport, dan Ultimate. Harganya antara Rp 189.050.000 hingga Rp 245.350.000. Sedangkan Avanza tipenya ada E, G, 1.3 Veloz, dan 1.5 Veloz. Harganya start dari Rp 190.200.000 sampai Rp 236.500.000.

Mitsubishi Xpander Toyota Avanza
       
Tipe Harga Tipe Harga
GLX M/T Rp 189,050,000 1.3 E M/T Rp 190,200,000
GLS M/T Rp 208,550,000 1.3 E A/T Rp 201,400,000
Exceed M/T Rp 214,550,000 1.3 G M/T Rp 208,300,000
Exceed A/T Rp 224,950,000 1.3 G A/T Rp 219,000,000
Sport A/T Rp 237,150,000 1.5 G M/T Rp 220,600,000
Ultimate A/T Rp 245,350,000 1.3 Veloz M/T Rp 213,800,000
1.3 Veloz A/T Rp 225,600,000
1.5 Veloz M/T Rp 224,700,000
1.5 Veloz A/T Rp 236,500,000
* Harga di atas adalah on the road Jabodetabek

Spesifikasi
Kedua mobil ini memang sangat dekat dalam rentang harga yang ditawarkan. Namun dalam hal sebagai bahan pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza, kami beberkan mobil mana yang punya speisifkasi lebih lengkap.

Xpander secara spesifikasi mesin, menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc DOHC. Tenaga puncaknya 103 hp pada 6.000 rpm dan torsinya 141 nm di 4.000 rpm. Fitur unggulannya antara lain Start Stop Engine Button, Welcome Home Light, Tilt and Telescopic Steering, Kamera Mundur, Airbag Pengemudi dan Penumpang Depan, ABS, Hill Start Assist, Active Stability Control, Emergency Stop Signal, serta Power Charger di setiap baris jok penumpang.

Untuk Avanza, mengacu pada varian Veloz yakni menggunakan mesin 1.500 cc DOHC Dual VVT-i 104 hp pada 6.000 rpm dengan torsi 136 nm di 4.200 rpm. Fitur unggulannya antara lain Immobilizer, Front Passenger Seat Belt Warning, Airbags Pengemudi dan Penumpang Depan, Parking Sensor, ABS, Eco Indicator, monitor layar sentuh 6,1 inci, dan monitor untuk penumpang belakang.

Fitur Mitsubishi Xpander Toyota Avanza
Start Stop Engine Button v
Immobilizer v v
Smart Key v
Tilt Steering v v
Telescopic Steering v
Headunit Monitor Layar Sentuh v
Airbag Pengemudi v v
Airbag Penumpang Depan v v
Seat Belt Warning v v
Welcome Home Light v
Projector Headlamp v
Emergency Stop Signal v
Sensor Parkir v v
Kamera Mundur v
ABS v v
EBD v v
HSA v
ASC v
Eco Indicator v

Lama Inden
Lama tidaknya sebuah unit mobil baru untuk tiba di tangan konsumennya antara lain dipengaruhi juga dengan kapasitas produksi dari perusahaan otomotif yang bersangkutan. Untuk Xpander, Mitsubishi memiliki kapasitas produki mencapai 160.000 unit per tahun dan dapat ditingkatkan menjadi 240.000 unit tiap tahunnya. Namun ini untuk produksi Xpander, Pajero Sport, dan L300. Untuk Xpander sendiri sampai akhir tahun 2017 hanya ditarget sanggup menciptakan 12.000 unit. Padahal pesanan mobil ini hingga akhir September 2017 sudah mencapai 23.000 unit. Artinya 11.000 unit lagi baru akan dikirim tahun depan, dengan demikian jika Kawan Autos memesan hari ini, bisa jadi akan diterima pertengahan 2018.

Sebagai bahan pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza, Toyota memang tidak memproduksi Avanza. Namun model Low MPV ini dirakit oleh Daihatsu di pabrik yang berlokasi di Karawang. Pabrik ini mampu menghasilkan 200.000 unit per tahun untuk menghasilkan Xenia, Avanza, Agya dan Ayla. Untuk Xenia-Avanza sendiri produksinya sekitar 4.000 unit per bulan atau 48.000 unit setiap tahunnya. Jika diasumsikan produksi untuk Avanza saja 50% dari total produksi yang dilakukan di pabrik Daihatsu di Karawang, maka tiap bulannya total produksi model ini mencapai 2.000 unit dan 24.000 unit per tahun.

Kecepatan produksi (tag time) di pabrik karawang Assembly Plant adalah 1.65 detik. Artinya setiap 1.65 detik keluar satu mobil. Secara bertahap tag time akan diturunkan hingga 1 detik. Dan perlu diingat, Daihatsu memiliki dua pabrik di Indonesia yang total bisa memproduksi sampai 460.000 unit per tahun atau dua kali lipat yang bisa dilakukan Mitsubishi. Sedangkan disatu sisi, pesanan rata-rata per bulan dari Avanza yakni 10.241 unit, artinya kebutuhan akan permintaan masih sangat jauh terpenuhi jika melihat kapasitas produksinya.

Bengkel Resmi
Sebagai mobil baru tentu saja perawatan berkala harus dilakukan di dealer dan bengkel resmi (BeRes). Mitsubishi sampai saat ini telah memiliki 96 outlet kendaraan penumpang secara Nasional. Untuk Toyota sendiri, dikutip dari Kompas.com, sampai saat ini jumlah jaringan dealer dan bengkel resminya sudah mencapai 298 outlet. Itu artinya jumlah outlet Toyota tiga kali lipat Mitsubishi. Efeknya, Kawan Autos akan jauh lebih mudah menemukan jaringan diler dan bengkel resmi Toyota daripada Mitsubishi.

Sparepart
Bicara suku cadang, maka sedikit banyak harus melihat kode mesin yang digunakan oleh masing-masing mobil. Mitsubishi Xpander menggunakan mesin berkode 4A91 yang merupakan pengembangan dari mesin Mitsubishi Colt yang legendaris. Jika benar demikian seharusnya tidak ada masalah berarti dengan suku cadang mesin ini. Namun pengembangan yang dilakukan Mitsubishi tentu saja akan membuat ada sedikit banyak perbedaan antara mesin Colt dengan Xpander.

Dan perlu diingat, mesin 4A91 ini dipakai untuk varian di Eropa, jadi sudah pasti ada yang berbeda antara mesin ini dengan yang dipakai di Xpander. Selain itu, mobil ini juga baru saja diproduksi, dan proses produksinya baru berjalan Oktober 2017. Itu berarti penyebaran suku cadang dan aksesoris dari mobil ini belum banyak ditemui dipasar aftermarket bebas. Satu-satunya cara jika mobil ini terkena masalah, maka menghubungi bengkel resmi, yang boleh jadi ketersediaan suku cadangnya juga belum banyak dan tersebar luas hingga ke seluruh pelosok Nusantara.

Lalu bagaimana dengan Avanza. Untuk pertimbangan beli Mitsubishi Xpander atau Toyota Avanza, Toyota menggunakan mesin 1NR-FE untuk yang berkapasitas 1.300 cc, dan mesin 2NR-FE untuk yang mesin 1.500 cc. Dan mesin ini sudah digunakan Toyota sejak All New Avanza lahir pada 2011 silam. Artinya sudah tujuh tahun tak ada perubahan dalam hal sepsifikasi teknis dari kendaraan ini. Karenanya sudah barang tentu ketersediaan suku cadangnya bisa lebih berlimpah dibanding Xpander yang baru seumur jagung.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Comments
To Top