Tips

Sering Melihat Ban Motor Benjol-Benjol, Inilah Penyebabnya!

ban motor benjol-benjol

Ban motor benjol-benjol ternyata terjadi bukan tanpa sebab. Siapa sangka, hal sepele menjadi faktor utama penyebab ban motor menjadi benjol-benjol.

Jakarta, Autos.id ­– Seringkah kawan Autos melihat ban motor benjol-benjol saat di perjalanan? Ternyata hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab lho! Ya, ban merupakan satu dari sekian banyak komponen kendaraan yang memiliki peran penting.

Hal tersebut mengingat ban merupakan komponen kendaraan yang bersentuhan secara langsung dengan aspal. Bahkan bila dilihat, pengereman kendaraan ditentukan dengan kondisi ban. Bila kondisi ban bagus maka pengereman kendaraan pun akan berjalan dengan baik begitu pula sebaliknya.

Tak hanya itu, pengendalian kendaraan di jalan juga ditentukan dengan kondisi ban. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara mengempeskan ban atau kondisi ban bocor. Dalam keadaan tersebut, sangat tidak mungkin kendaraan bisa melaju dengan baik di jalanan.

ban motor benjol-benjol yang disebabkan faktor tekanan anginn meningkatkan risiko kecelakaan

ban motor benjol-benjol yang disebabkan faktor tekanan anginn meningkatkan risiko kecelakaan

Masalah lainnya yang mempengaruhi kinerja kendaraan ialah ban motor benjol-benjol. Oleh sebab itu,, perawatan ban motor harus dilakukan secara berkala terutama dalam hal pengontrolan tekanan angin. Dikutip dari laman liputan6 (10/04), survei yang dilakukan oleh PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) menghasilkan hasil yang mengejutkan.

“Masih banyak pemilik kendaraan yang melalaikan pengontrolan tekanan angin pada ban. Padahal hal ini memicu ban benjol”

Dalam survei tersebut, rupanya mayoritas pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor di tanah air masih kurang memperhatikan permasalahan mengenai tekanan angin. Padahal, tekanan angin dalam ban yang tidak sesuai bisa mempengaruhi kondisi ban itu sendiri misalnya saja masa pakai ban, risiko terjadinya kecelakaan, dan menjadikan ban motor benjol-benjol.

Umumnya, pabrikan sepeda motor merekomendasikan ukuran ban khusus sepeda motor misalnya untuk ban depan yaitu 29-30 psi dan ban belakang di angka 32-33 psi. Menariknya ban tipe tubeless adalah yang paling sering mengalami benjol-benjol.

Lantas apa penyebabnya? Sebenarnya, penyebabnya sepele yaitu tekanan angin yang ada di dalam ban. Selain tekanan angin di dalam ban yang kurang, hal tersebut juga terjadi lantaran adanya benang pada ban yang putus. Sementara itu, penyebab putusnya benang pada ban diakibatkan oleh hamtaman lubang yang dalam atau ketikan pada ban.

Menurut Ali Shahab, Technical Support PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), ban yang benjol tejadi lantaran pemakaian angin depan yang kurang terkontrol. Pada saat tekanan angin pada ban berkurang, kendaraan yang menapak di aspal static pattern contour cenderung ke atas.

Ciri-ciri yang bisa dilihat pada ban bila ada tekanan angin yang salah berupa benjol-benjol di area sekeliling ban. Hal tersebut murni karena adanya perawatan ban yang kurang diperhatikan termasuk membiarkan ban kekurangan angin. Sementara itu, bila benjolan terjadi di satu bagian maka bisa jadi ha tersebut akibat cacat pabrik.

Jadi, kawan Autos tidak perlu panik bila sering melihat ban motor benjol-benjol sebaliknya lakukan perawatan yang benar termasuk mengisi tekanan ban.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top