Berita Otomotif

Gaikindo Genjot Penjualan Otomotif Hingga Akhir 2020 Sebanyak 600 Ribu Unit

Sisa waktu dua bulan di tahun 2020, membuat Gaikindo bekerja keras untuk mewujudkan target 600 ribu unit.

Jakarta, Autos.id  –  Awal tahun 2020 lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan otomotif lebih dari 1 juta unit. Hal ini direalisasikan dari penjualan tahun sebelumnya (2019) yang mengalami peningkatan. Namun dengan semakin menyebarnya virus corona (Covid-19) sejumlah perusahaan otomotif mengalami penurunan penjualan.

Hal ini disebabkan dengan diberlakukannya lockdown dan juga perusahaan diwajibkan mengikuti protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Tentu saja, wabah ini meluluhlantakan seluruh industry termasuk otomotif. Pengurangan karyawan, menyebabkan daya beli konsumen jauh menurun. Dan Gaikindo pun juga merevisi target penjualannya dari satu juta unit lebih menjadi 600 ribu unit selama tahun 2020. Sedangkan hingga bulan Oktober, penjualan otomotif dibawah 500 ribu unit.

Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo menjelaskan, untuk merealisasikan target hingga 600 ribu unit ini dibutuhkan bantuan dari pemerintah untuk memiliki kendaraan baru di tengah pandemic Covid-19 ini. “Dengan adanya distancing social, memiliki kendaraan pribadi akan membuat masyarakat lebih aman saat berpergian. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, tentu perekonomian Indonesia bisa bergerak kembali,” imbuh Kukuh saat acara diskusi virtual bersama Forwot dan Forwin di Jakarta, baru-baru ini.

Terlebih lagi, lanjut Kukuh, sekitar 80 persen pembelian kendaraan bermotor menggunakan jasa keuangan, belum lagi adanya sektor asuransi, dan UMKM yang memasok komponen. “Hal ini tentunya dapat meningkatkan pabrik otomotif, kalau otomotif tumbuh kembali maka bisa menyerap kembali tenaga kerja di sektor ini,” tukasnya.

Sekali lagi Kukuh menegaskan, tanpa dukungan pemerintah, akan sangat berat bagi para anggota Gaikindo untuk dapat memenuhi target produksi sebesar 600 ribu unit di tengah pandemi. “Kami hanya punya sisa 2 bulan untuk mengejarnya. Apalagi kalau sudah Desember, itu pasti masyarakat sudah memilih untuk liburan dan menunda membeli sampai tahun depan,” tutupnya.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top