Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Balapan ETCC Kini Tidak Lagi Berstatus “Kejurnas”

ETCC di Sentul

Last updated on 19 Maret, 2022

Walaupun sudah tidak berstatus Kejurnas, namun pembalap masih antusias untuk tampil dalam balapan ETCC

Sentul, Autos.id Dalam memasuki usianya yang ke-11, European Touring Car Championship atau yang lebih dikenal dengan nama ETCC mendapat kabar kurang sedap. Pasalnya, selama beberapa tahun ke belakang, ETCC yang mempertandingkan dua kategori ETCC 3000 dan 2000 selalu menyandang gelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas), kini sudah tidak lagi menyandang gelar tersebut. Hal ini disebabkan IMI Pusat membatalkan gelar Kejurnas ETCC karena adanya perubahan aturan yang mulai berlaku tahun 2022 dan seterusnya.

Andre Dumais selaku Pendiri ETCC menjelaskan, dalam peraturan baru yang dikeluarkan oleh IMI Pusat, menyatakan bahwa untuk menjadi Kejurnas, mobil balap yang digunakan tidak boleh lebih dari 15 tahun. Tentu saja hal ini memberatkan bagi ETCC, karena 95 persen mobil yang digunakan untuk balap lebih dari 15 tahun, ataupun produksi tahun 1990-an.

“Bagi saya sendiri, peraturan ini sebenarnya tidak fair, karena hanya 5 persen yang masuk dalam kriteria aturan tersebut yang produksinya masih dibawah 15 tahun. Sedangkan 95 persen lainnya mengharuskan pembalap harus merubah bodinya agar lebih ringan.” tukasnya.

Baca juga: Seri Perdana ISSOM 2022, Toyota GRI Rebut Podium Pertama ITCR Max 1.600

Andre Dumasi dan pengurus ETCC

Andre Dumasi (kiri) bersama pengurus ETCC lainnya

Andre menegaskan, tidak usah berbicara teknologi, karena mobil lama juga sudah mengusung teknologi mutakhir. Tetapi kenapa pembalap menggunakan baju (bodi) lama karena biaya lebih murah dan lebih ringan. Karena sulit untuk mendapatkan bobot yang ringan pada mobil-mobil terbaru, terlebih lagi mobil di atas 15 tahun sudah terbukti lebih kokoh chassisnya.

“Bukannya pembalap tidak mampu untuk merubah mobilnya, namun yang pastinya seluruh mobil yang harus dirubah, dari 30 peserta 29 mobil yang harus dirubah. Dan terpaksa kami harus legowo menerima keputusan ini yang dikeluarkan akhir tahun lalu usai gelaran ETCC 2021 usai digelar,” tandas Andre.

Dengan tidak lagi menyandang Kejurnas, ada rasa kekhawatiran dalam diri Andre, yaitu dengan menurunnya jumlah peserta akibat tidak berlakunya lagi ETCC berstatus kejurnas. Namun, saat membuka pendaftaran untuk Musim 2022, Andre sangat terkejut, pasalnya animo pembalap masih sangat besar, bahkan jumlahnya tidak berkurang sama persis dengan jumlah balapan tahun lalu yaitu 30 peserta.

“Pasti ada yang berpikiran, dengan tidak lagi berstatus kejurnas, pasti peserta akan berkurang banyak dan kurang diminati. Namun ternyata, jumlah peserta sama persis dengan musim lalu. Bahkan saat ini masih ada beberapa pembalap ETCC yang belum bisa tampil di Seri Pertama, karena mobil mereka belum siapa dan siap tampil untuk Seri kedua mendatang,” paparnya.

Baca juga: HRI Umumkan Komposisi Pembalap Hadapi Musim Balap 2022

ETCC 2022

Walaupun sudah tidak lagi Kejurnas, namun animo pembalap masih cukup tinggi

Dan memasuki usianya yang kesebelas ini, Andre bersama dengan Founder ETCC lainnya berharap ke depannya akan terus bertahan. “Karena ini passion, ETCC akan terus berusaha untuk mempertahankan, karena memiliki warna tersendiri, yaitu European atau mobil balap khusus Eropa. Karena itu, kita sangat butuh masukan positif dari para pembalap agar dapat terus mempertahankan balapan ETCC,” tutupnya.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Balap

Last updated on 19 Maret, 2022 Penampilan perdananya di lintasan balap ETCC 3000 Novice, ada rasa gugup yang masih tertanam dalam dirinya Sentul, Autos.id ...

Balap

Dari tiga tim yang ditanganinya, dirinya selalu menekankan kepada pembalapnya untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas Sentul, Autos.id  –  Belum lama dirinya menjabat sebagai manajer...