Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Indonesia Kini Punya Laboratorium Pengujian Ban Sesuai SNI

Laboratorium pengujian ban independen pertama di Indonesia sudah berdiri di kawasan BSD, Tangerang. Ditempat inilah semua ban kendaraan bermotor akan diuji untuk mendapat sertifikasi SNI.

Tangerang, Autos.id – Jika selama ini laboratorium pengujian ban hanya dimiliki oleh produsen ban yang memasarkan produknya di Indonesia, maka kini sudah ada laboratorium pengujian ban independen pertama di Indonesia.

TUV Rheinland membuka laboratorium pengujian ban independen pertama di Indonesia. Berlokasi di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, lab seluas 530 meter persegi ini disertifikasi penuh oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia dan berkualifikasi untuk menguji ban mobil penumpang, truk, bus, dan motor untuk memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) serta standar internasional.

TUV Rheinland adalah layanan pemeriksaan independen yang didirikan lebih dari 140 tahun lalu. Grup ini melakukan kegiatan memeriksa peralatan teknis, produk dan layanan, mengawasi proyek dan membantu membentuk proses untuk perusahaan.

“Lab seluas 530 meter persegi ini disertifikasi penuh oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia dan berkualifikasi untuk menguji ban mobil penumpang, truk, bus, dan motor untuk memenuhi standar nasional Indonesia (SNI)”

Pembukaan lab tersebut didasari dengan kondisi penjualan mobil di Indonesia yang diprediksi akan meningkat hingga 10 persen menjadi 1.1 juta kendaraan di tahun 2016, di tengah percepatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Fasilitas ini akan mendukung target Kementerian Perindustrian Indonesia untuk mendorong daya saing industri melalui peningkatan standarisasi, dan juga target Kementerian Perhubungan untuk mengurangi angka kecelakaan menjadi nol dengan memenuhi kebutuhan pengujian ban berkelas dunia di Indonesia.

laboratorium pengujian ban

Menguji Semua Ban Kendaraan Bermotor di Indonesia

“Populasi yang besar dan bertumbuh di Indonesia semakin menginginkan transportasi yang cepat, terpercaya, dan terutama, aman. Sebagai penyedia layanan teknis internasional independen terdepan untuk pengujian, pemeriksaan, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan, laboratorium pengujian ban dari TÜV Rheinland akan mendukung permintaan tersebut, sementara memenuhi kebutuhan pelanggan akan kualtias dan keselamatan, baik di dalam negeri, antar wilayah, maupun di seluruh dunia,” kata I Nyoman Susila, Managing Director, TUV Rheinland Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Laboratorium pengujian ban ini adalah bagian dari strategi global TUV Rheinland untuk 2016-2020, yakni ingin terus memperluas jaringan di lebih dari 69 negara dan berinvestasi di pasar-pasar berpotensi lainnya. Tujuannya adalah mendukung pelanggan secara simultan dan menjadikan TUV Rheinland agar dikenal sebagai praktik laboratorium terbaik.

laboratorium pengujian ban

Diuji Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)

Ditenagai oleh tim ahli yang menawarkan layanan pengujian serta persetujuan, fasilitas ini sudah melayani klien dari 16 negara dan mengeluarkan 200 sertifikat SNI untuk ban. “Perencanaannya sangat teliti, dari pemilihan lokasi dan perlatan, hingga perekrutan dan pelatihan tenaga kerja yang berbakat, dan mencapai akreditasi Komite Akreditasi Nasional atau KAN, untuk kemudian ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian Indonesia,” sebut Ralf Scheller, Member of Executive Board of Management, TUV Rheinland AG.

“Pembukaan fasilitas pengujian ban TUV Rheinland ini adalah cerminan dari potensi pertumbuhan jangka panjang di pasar ban Indonesia. Fasilitas ini akan mendukung kualitas ban industri dan memastikan bahwa spesifikasinya telah memenuhi standar serta peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Kami mendoakan kesuksesan dan dengan hangat menyambut peluncuran fasilitas ini,” timpal Pascal Nouvellon, Managing Director, PT Michelin Indonesian.

TUV Rheinland telah aktif di pasar Indonesia sejak tahun 1980. Setelah mendirikan kantor di Jakata tahun 1996, TUV Rheinland Indonesia meluncurkan bisnis persetujuan homologasi/tipe untuk komponen otomotif di tahun 1998 dan menerima akreditasi dari KAN untuk persetujuan produk SNI (LSPr-026) di tahun 2009. Tiga tahun kemudian, TÜV Rheinland Indonesia mendirikan lab keselamatan listrik dan laboratorium roda di tahun 2012.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Reviews

Suzuki dobrak pasar mobil elektrfifikasi pertama dengan harga kompetitif Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Jumat, 10/6) di Mall Kelapa Gading 3, PT Suzuki Indomobil...

Komparasi

Kedua pabrikan eropa ini telah meluncur beberapa waktu lalu, namun tak ada salahnya, Autos.id mencoba membandingkan keduanya, antara Aston Martin DB11 vs Porsche 911...

Komparasi

Kedua motor naked beda pabrikan ini sudah meluncur beberapa waktu yang lalu, namun tidak ada salahnya Autos.id mencoba untuk membandingkan keduanya Jakarta, Autos.id  – ...

Reviews

Forester dibangun dari Subaru Global Platform, meningkatkan keamanan & kenyamanan Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Rabu, 18/5), Subaru Corporation Japan dan PT Plaza Auto...