Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Hyundai Rencanakan 17 Mobil Listrik Pada Tahun 2030

Belum lama ini, Hyundai Motor Co mengungkapkan, bahwa perusahaan asal Korea Selatan ini berencana untuk berinvestasi sekitar 95,5 triliun won ($ 79,21 miliar) hingga 2030, termasuk sekitar 19,4 triliun won ($ 16,10 miliar) terhadap bisnis terkait kendaraan listrik.

Autos.id  – Hyundai juga berencana untuk memperkenalkan 17 mobil listrik dalam jangka waktu itu, enam dari merk Genesis dan 11 dari Hyundai. Tiga dari EV itu akan menjadi sedan, bersama dengan enam SUV, kendaraan komersial ringan dan satu jenis model baru. Hyundai akan memulai penjualan Ioniq 6 akhir tahun ini, diikuti oleh Ioniq 7 pada tahun 2024. Hyundai motor, yang bersama dengan afiliasi Kia Corp berada di antara 10 pembuat mobil terbesar di dunia berdasarkan penjualan.

Hyundai sendiri memiliki target untuk mencapai pangsa pasar 7% di pasar Global EV pada tahun 2030, dengan target penjualan tahunan sebesar 1,87 juta kendaraan, kata juru bicara Hyundai di depan investor virtual.

Perusahaan berbasis di Seoul ini mengatakan itu bertujuan untuk mencapai margin laba operasi 10% atau lebih tinggi pada bisnis mobil listrik tahun 2030. “Hyundai berhasil mempercepat transisinya ke bahan bakar listrik dan menjadi pemimpin global di pasar mobil listrik meskipun lingkungan bisnis saat ini sangatlah menantang yang disebabkan oleh kekurangan chip global dan pandemi yang sedang berlangsung,” kata Kepala Eksekutif Motor Hyundai, Jaehoon Chang.

Pendapat Analis

Namun, Para analis berpendapat investasi Hyundai $ 16 miliar dalam bisnis EV tidak akan dianggap sebagai pendekatan “agresif” dibandingkan dengan saingannya. Mereka menambahkan, investasi mudah dikerdilkan oleh saingan yang lebih besar termasuk Toyota Motor Corp, yang berencana untuk berinvestasi 8 triliun yen ($ 69,43 miliar ) untuk bahan bakar listrik pada tahun 2030.

“Hyundai mengalokasikan sekitar 20% dari investasi 95,5 triliun dan menggunakannya ke bisnis terkait EV, yang meliputi membangun pabrik baru, stasiun pengisian listrik dan aliansi strategis dengan produsen baterai dan jumlah investasi ini untuk mobil listirk tampaknya terlalu mengejutkan atau agresif,” kata salah satu analis dari Eugene Investment & Securitiesm, Lee Jae-il.

Chang mengatakan Hyundai sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik produksi khusus mobil listrik baru tanpa memberikan detail tentang rincian pabrik-pabrik baru, termasuk lokasi dan timeline. Analis mengatakan Hyundai akan secara merata membangun pabrik-pabrik mobil listrik di Amerika Serikat, karena mempertimbangkan bahwa Amerika Serikat sebagai pasar pusatnya mobil listrik.

Sebagai tambahan, Saham di Hyundai Motor ditutup 2,6%, yang jika dibandingkan dengan Kospi ( Indeks Harga Saham Gabungan Korea) ditutup sebesar 0,2%.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Berita Otomotif

Pihak kepolisian sudah siap untuk mengawal jalannya KTT G20 di Bali dengan kendaraan yang ramah lingkungan. Autos.id – KTT G20 dijadwalkan digelar pada tanggal...

Berita Otomotif

Perkembangan mobil listrik di Indonesia semakin menarik, sehingga sejumlah produsen mengeluarkan mobil listrik dengan harga ‘murah’. Autos.id – Kendaraan sedang gencar digaungkan penggunaannya, apalagi...

Berita Otomotif

Baru diluncurkan, Hyundai Stargazer kabarnya akan dijadikan armada untuk taksi. Autos.id – Hyundai Stargazer yang baru diluncurkan secara resmi kini menjadi salah satu mobil...

Berita Otomotif

Tanggal 26 Agustus yang lalu, Netflix baru saja merilis global film terbaru mereka “Seoul Vibe” yang bertemakan kebut-kebutan mobil. Di dalam mobil tersebut, kita...