Komparasi

Mitsubishi Expander Jangan Sampai Bernasib Seperti Mitsubishi Kuda

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Kehadiran Expander hari ini, Senin (24/7/2017), langsung mengingatkan pada Low MPV Mitsubishi terdahulu, Mitsubishi Kuda. Akankah Mitsubishi Expander bakal bernasib sama seperti Mitsubishi Kuda?

Jakarta, Autos.id – Sudah beberapa bulan belakangan, Mitsubishi Expander menjadi buah bibir. Banyak yang menyebut jika Expander akan menjadi “pembunuh” Toyota Avanza. Seberapa kuat mesin pembunuh dari Mitsubishi ini, sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan.

Mitsubishi Expander akan menggunakan mesin 1.5-liter 4 silinder 16 katup 1.5-liter. Mesin ini dipadukan dengan Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic Control (MIVEC). Namun sayangnya hanya pilihan satu mesin yang ditawarkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) untuk Expander. Tidak ada opsi mesin bensin (gasoline) berkapasitas silinder yang lebih besar atau mesin diesel.

“Mitsubishi memang bukan kali pertama melahirkan MPV. Pada 1999 silam, ada Mitsubishi Kuda, yang lagi-lagi saat itu diposisikan untuk menghandang Low MPV kepunyaan Toyota. Namun kala itu bukan Avanza yang jadi target sasaran, tetapi Kijang”

Jika kita runut jauh ke belakang, Mitsubishi memang bukan kali pertama melahirkan MPV. Pada 1999 silam, ada Mitsubishi Kuda, yang lagi-lagi saat itu diposisikan untuk menghandang Low MPV kepunyaan Toyota. Namun kala itu bukan Avanza yang jadi target sasaran, tetapi Kijang. Juga termasuk Isuzu Panther yang di era 1990-an dan 2000-an begitu mendominasi pangsa pasar MPV papan bawah di Indonesia.

Mitsubishi Kuda

Mitsubishi Kuda generasi pertama tersedia dengan 2 pilihan mesin. Mesin bensin 1.6-liter masih menggunakan sistem karburator berkode 4G18 S3 dan mesin diesel 2.5-liter 4D56. Kemudian pada generasi kedua Kuda yang diperkenalkan di Indonesia pada Maret 2002, ada tambahan varian bermesin bensin 2.0-liter yang sudah pakai teknologi fuel injection (Multi Point Injection /MPI).

Saat itu Mitsubishi menyodorkan Kuda dengan desain yang lebih modern dibanding Kijang atau Panther. Bentuknya memang masih kental dnegan nuansa boxy, namun tetap ada lekuk-lekuk desain yang lebih up to date. Sosoknya terlihat lebih atletis dibanding dua kompetitornya, dan penggunaan ban cadangan dibagian belakang luar menambah ciri baginya.

Lalu bagian interior juga dibalut dnegan nuansa lebih premium berkat balutan jok dnegan bahan beludru halus. Jok pada penumpang beris kedua juga sudha ditambah arm rest yang saat itu mungkin tak terpikir oleh sang kompetitor. Kemudian information display juga terbilang lebih lengkap sampai dengan indikator pintu terbuka sudah tersedia. Kijang dan Panther pun harus bertekuk lutut dengan Kuda.

Mitsubishi Kuda

Kemudian panel-panel bodi Kuda pun dibuat lebih tebal dari Kijang dan Panther. Banyak pemilik Mitsubishi Kuda yang senang dengan kondisi ini, karena saat terjadi benturan, maka penumpang lebih terlindungi. Tetapi efeknya, bobot mobil jadi lebih berat. Konsumsi BBM pun tidak sebaik Kijang Diesel atau Panther. Isu Kuda boros BBM itu yang membuat banyak calon peminatnya mengambil langkah mundur.

Penjualan Kuda pun tak berakibat baik. Pada periode 2002-2003 Kuda hanya terjual 20.000 unit, sementara data penjualan Kuda generasi pertama pun tak terlalu membanggakan. Padahal mobil ini juga sempat diekspor untuk Taiwan, Filipina, dan Vietnam. Alhasil, dengan berbagai alasan, produksi mobil ini di Indonesia  dihentikan pada tahun 2005. Tiga tahun berikutnya penghentian juga dilakukan untuk negara lain.

Mitsubishi Expander

Jika MMKSI sebagai distributor resmi Mitsubishi ingin Expander menjadi mesin pembunuh bagi Toyota Avanza, maka ada banyak hal yang harus dipersiapkan Mitsubishi. Berkaca dari 14 tahun eksistensi Avanza, kini MPV sejuta umat itu sudah memiliki ragam varian yang sangat mampu untuk menjangkau konsumen dari berbagai golongan. Harganya mulai dari Rp 189,7 juta sampai Rp 236 juta. Sementara Expander baru sebatas prediksi, yakni sekitar Rp 189 jutaan – Rp 246 jutaan.

Sangat bersinggungan memang, tapi konsumen saat ini juga sudah memikirkan hal lain. Seperti jaringan ketersediaan bengkel resmi, suku cadang, dan teknisi yang sanggup menangani hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Lalu ada pula sebagian calon konsumen yang memikirkan bagaimana performa dan konsumsi BBM dari Expander. Mengingat Avanza begitu tenar dengan efisiensi bahan bakarnya. Bahkan ada juga calon konsumen yang sudah memikirkan tentang harga jual kembali, jika mereka membeli Expander tahun ini, berapa deresiasi harganya nanti jika dijual kembali.

Mitsubishi Next Generation MPV

Hal-hal ini tentu jadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Mitsubishi Motors Corporation (MMC) khususnya MMKSI agar “umur” Mitsubishi Expander tak sesingkat Mitsubishi Kuda yang cuma 5 tahun dna langsung disuntik mati.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Comments
To Top