Komunitas

Bangkitkan Pariwisata di KarangAnyar, CVT Jateng-DIY Nge-Jeep Bareng

Kopadar ini diikuti oleh 15 mobil anggotanya

Jakarta, Autos.id  –  Menghadapi pandemi covid-19 yang masih berlangsung ini merupakan hal yang sangat sulit untuk dijalani, termasuk dalam sektor pariwisata yang saat ini sudah mulai untuk bangkit lagi. Untuk itu dalam agenda Kopdar bulan September pengurus CVT Chapter Jateng DIY menggagas untuk melakukan kegiatan Nge-jeep di kaki gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar untuk membantu membangkitkan pariwisata di daerah itu.

Hari Minggu, (13/9) lalu, dilaksanakan kegiatan kopdar tersebut,  dimulai dengan berkumpulnya member di 2 titik kumpul, yaitu di daerah Kalasan Kab.Sleman untuk member yang berasal dari wilayah DIY dan di RESTA,

Rest area KM 456 Salatiga bagi member yg berasal dari Jawa Tengah bagian utara. Jam 08.00 tepat rangkaian dari 2 titik kumpul tersebut ditarik dan kemudian rombongan disatukan di Tol Colomadu untuk dilanjutkan perjalanan ke Karanganyar dengan pengawalan penuh dari kepolisian.

Setibanya di exit tol Karanganyar, rombongan langsung diarahkan menuju jalan ke arah Tawangmangu yang menanjak dan sempit dengan padatnya kendaraan yang akan berwisata juga. Rombongan dimanjakan dengan hijaunya pemandangan di kanan kiri jalan. Akhirnya setelah sampai di pertigaan tawangmangu-kemuning, rombongan belok kiri arah kemuning, dengan jalan yang lebih sempit dan menanjak juga.

Akhirnya rombongan yang total berjumlah 15 Mobil sampai di Resto Bali Ndeso di daerah Kemuning, Kab. Karanganyar. Disana telah menunggu deretan jeep dari Jalatunda Jeep Adventure yang akan membawa rombongan mengelilingi tempat wisata yang ada di daerah tersebut. Rombongan akhirnya langsung diarahkan untuk brifing rute dan dipersilahkan untuk menaiki jeep yang telah disediakan. Perasaan penasaran saat pertama kali naik jeep dirasakan oleh para penggemar mobil sedan ini, karena suspensi dan sensasi yang sangat berbeda pastinya.

Kegiatan Nge-Jeep dimulai dari Reso Bali Ndeso ke arah atas melewati pedesaan di kemuning, melewati tempat wisata air terjun jumog, telaga madirda, dan berhenti di Candi Sukuh. Di Candi sukuh rombongan melakukan tour untuk mengetahui latar belakang Candi dan Salam Civic Turbonesia “ Be Dominant – Drive Sexiness “ berbagai informasi yang terdapat di dalam candi tersebut.

Setelah itu rombongan diarahkan lagi ke jeep dan mulanjutkan perjalanan ke puncak paralayang. Perjalanan ke Puncak Paralayang dimulai dengan mulai memasuki hutan pinus, yang memang belom dibuka dan akhirnya mendapatkan ijin khusus untuk mengexplore rute tersebut.

Setelah mulai masuk hutan pinus, rombongan dibuat shock dengan jalan yang dilalui yang sebelumnya tidak pernah ditemui dalam mengendarai mobil civic turbo. Jalan dan medan yang berat dan extreme dilalui dengan serunya karena driver jeep dari Jalatunda Jeep yang telah berpengalaman dalam rute tersebut. Seluruh member sangat terpukau karena sebagian besar baru kali ini mengikuti kegiatan nge-jeep sperti ini. Setelah melibas hutan pinus akhirnya sampailah rombongan di Puncak Paralayang, dimana pada hari minggu merupakan hari yang ramai di tempat itu karena banyak wisatawan yang penasaran ingin naik paralayang.

Seusai dari Puncak Paralayang, rombongan turun kembali ke Resto Bali Ndeso untuk melakukan makan siang dan ramah tamah. Sesampainya di Resto Bali Ndeso, acara dibuka dengan perkenalan member baru dan kesan pesan dari member tentang kegiatan yang telah dilaksanakan. Pada intinya semua member sangat berkesan atas kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Chapter Rizal mengajak member untuk dapat mengajak keluarga dan kerabat yang lain untuk merasakan juga sensasi ngejeep dan mengexpolre di tempat wisata yang ada di daerah kemuning ini khususnya dan tempat wisata di daerah lain untuk membantu membangkitkan sektor pariwisata di daerah tersebut. Lanjutnya,

“Karena salah satu misi kegiatan CVT jateng DIY adalah memperkenalkan sektor pariwisata khususnya yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY dan tentunya dalam situasi pandemi covid-19 ini tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan,” pungkas Rizal.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top