Balap

Vinales: “Saya Sempat Berpikir Akan Sulit Jadi Rekan Setim Rossi”

Jalani debut dengan Yamaha, Maverick Vinales sempat merasa kesulitan untuk setim dengan Valentino Rossi.

Spanyol, autos.id Maverick Vinales mengungkapkan bahwa dia sempat berpikir ketika menjadi rekan setim Valentino Rossi di Yamaha MotoGP akan lebih sulit daripada kenyataannya.

Vinales beralih ke Yamaha di awal musim setelah dua tahun berkarir di tim Suzuki, dengan cepat membangun dirinya sebagai favorit pra-musim dengan serangkaian penampilan dalam uji coba.

Tapi setelah memenangi tiga dari lima balapan awal, peluang gelar dari pembalap asal Spanyol itu secara bertahap memudar ketika Yamaha mulai bereksperimen dengan jenis sasis yang berbeda untuk mengatasi masalah kehandaaln bagian belakang M1.

Dia menempati posisi ketiga di klasemen sementara, di belakang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, namun masih unggul atas Rossi yang tahun ini terganggu oleh cedera kaki yang memaksa dia melewati balapan di Misano.

Sementara Rossi dan Jorge Lorenzo sebelumnya memiliki hubungan yang sangat dingin selama di Yamaha, Vinales mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat bisa disandingkan dengan pembalap asal Italia dan memiliki hubungan baik meskipun ada serangkaian masalah teknis.

“Saya berpikir bahwa memiliki Rossi sebagai rekan setimnya akan lebih sulit,” kata Vinales kepada Motorsport.com (20/12/2017).

Maverick Vinales dan Valentino Rossi

“Dalma segala hal, kami telah mengelola semuanya dengan baik, kami saling menghormati dan dalam situasi sulit yang kami alami, kami benar-benar bisa bekerja sama.

“Ini diluar dugaan awal saya, ditambah lagi dengan tandemnya sebelum saya, saya sempat merasa khawatir dan (masalah) itu tidak pernah terjadi.”

Namun, Vinales membantah bahwa Yamaha mengabaikan kebutuhannya untuk memberi paket yang lebih sesuai untuk Rossi, menunjukkan bahwa dia sangat cocok diduetkan dengan pembalap berusia 38 tahun itu sepanjang musim.

“Ketika motornya bekerja, kami berdua ada di sana (bersaing untuk menang),” tambah Vinales. “Dalam balapan di mana salah satu dari kami bersenang-senang, yang satunya juga memilikinya.

“Saya tidak menyalahkan Yamaha untuk apapun, tim telah memberi saya segalanya, itu tidak berubah dan saya sangat menghargainya. Saya akan mengatakan bahwa separuh dari situasi itu adalah Honda dan Ducati yan melakukan pekerjaan dengan baik, dan separuh lainnya adalah kekurangan diri sendiri.”

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top