Balap

Valentino Ratulangi: Bakat Terpendam Yang Kini Tersalurkan

Sentul, Autos.id  –  Pengalaman pertamanya tampil di arena lintasan ETCC 2000 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor beberapa waktu lalu tidak membuatnya grogi ataupun pesimis. Jiwa balap  sudah tertanam dalam diri Valentino Ratulangi, yang kini menyandang gelar Drifter Nasional. Bakat balapnya mulai terlihat saat pertama kali terjun di balap motor Road Race pada tahun 2004 lalu.

SEORANG DRIFTER

“Saya sebenarnya seorang drifter, namun merasa tertantang untuk mencoba balapan ETCC yang banyak persaingannya cukup ketat dengan menggunakan mobil-mobil Eropa. Setelah sekian tahun berharap bisa terjun di ETCC, baru tahun ini hasrat saya bisa terpenuhi,” ungkap Valentino yang merasa bersyukur karena didukung sepenuhnya oleh tim ABM Motorsports tempatnya bernaung.

Valentino mengaku, awalnya turun di balapan motor Road Race pada tahun 2004, namun sempat mengalami insiden, yang akhirnya orangtua sudah tidak mengijinkan turun di lintasan balap motor. Hal itulah yang membuatnya harus berhenti dan sempat vakum selama 3 tahun.

“Kemudian pada tahun 2007, saya turun di Kejurnas Slalom hingga tahun 2016, namun pada tahun 2010 turun di Kejurnas Drift dan berhasil menjadi juara nasional di Kelas tertinggi yaitu Pro,” imbuh Valentino.

Baca juga: Teras Narang, Comeback ke Lintasan Balap Untuk Menguji Adrenalinnya

Namun, pada tahun 2013 Valentino vakum selama 5 tahun dari drift karena kesibukannya. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, bila juara nasional drift tidak tampil selama 5 tahun secara berturut-turut, statusnya diturunkan satu tingkat, yaitu Kelas Rookie.

Kerinduannya pada lintasan drift, membuat Valentino akhirnya terjun kembali pada tahun 2018 di Kelas Rookie. “Walaupun turun di Kelas Rookie, saya tidak patah semangat, bahkan semakin terpacu untuk tampil lebih baik lagi. Akhirnya saya berhasil menjadi juara nasional di Kelas Rookie dan berhasil mengantarkan saya kembali naik satu tingkat untuk hinggap di Kelas Pro,” papar Valentino.

TANTANGAN YANG LEBIH BERAT

Bagi Valentino, lebih senang tampil di balapan touring karena tantangannya yang harus dihadapinya lebih besar. Dalam balapan touring, putarannya yang lebih banyak dibandingkan drift. Selain itu untuk mencapai konstan atau stabil lebih sulit di balapan touring dibandingkan bapan drift. Hal itulah yang mengharuskan pembalap touring membutuhkan fisik yang bagus, mobil dengan settingan yang baik dan juga tim yang bagus.

Bukan hanya itu saja, lanjut Valentino, selain mendapat dukungan dari tim untuk turun di ETCC, dirinya juga melihat kepengurusan ETCC sangat profesional. Semua pengurusnya selalu merangkul para pembalap dan selalu menyelesaikan persoalan dengan sistem kekeluargaan.

Baca juga: ETCC Masih Menjadi Barometer Para Pembalap Muda

“Semua pembalap, bagi saya, dirangkul dengan baik tanpa pilih kasih. Baik pembalap senior maupun junior semua disamakan tidak ada yang dibedakan. Hal ini yang membuat saya senang tampil di balapan ETCC 2000,” tukas Valentino.

Valentino yang tampil perdana di seri kedua ETCC 2000 Kelas Promotion, berhasil menembus catatan terbaiknya.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top