Balap

RC Brother, Selalu Kompak di Dalam dan Luar Lintasan Balap

Kekompakan RC Brothers selalu terlihat di mana pun mereka berdua berada. 

Sentul, Autos.id  –  Tak pernah terpikir sebelumnya akan menjadi pembalap di ETCC yang digelar di Sirkuit Sentul. Namun kekompakan kakak beradik Raden Cahyo Adhi Nugroho (kakak) dan Raden Cahyo Anindhito (adik) saat bermain game balap Gran Tourismo berujung pada keberhasilan keduanya mendapatkan Lisensi Internasional dari Play Station.

“Kami berdua dari kecil sudah gemar bermain game balap Gran Tourismo yang sering mengikuti licence yang disediakan oleh permainan Play Station. Dan untuk mendapatkan licence tersebut harus paham teknik-teknik balap dan juga regulasi-regulasinya. Dari Play Station inilah kami bisa mendapatkan Licence International A,” ungkap sang kakak, Adhi.

Lisensi internasional yang didapatkan tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena dengan lisensi tersebut secara otomatis pengetahuan mereka tentang dunia balap sudah tertanam . Hal itu membuat keduanya mencoba untuk terjun langsung di dunia balap sesungguhnya.

Dan pada tahun 2018 sang adik, Ditho mencoba balapan drag race, dan tidak memakan waktu lama bagi Ditho untuk beradaptasi. Sedikit prestasi berhasil digenggamnya dengan merebut gelar di Kelas 16 detik.  Kemudian dirinya beralih ke balapan ETCC 2000 Kelas Novice di akhir tahun 2019 yang baru turun di seri kelima.

“Saya turun di ETCC karena melihat balapan ini cukup bergengsi dan sudah terdaftar sebagai masuk ke dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Terlebih lagi konsistensi dan refleks kita benar-benar diuji karena harus menyelesaikan 12 putaran di Kelas Novice 2000,” imbuh Ditho.

Ditho menyadari keikutsertaannya di ETCC baru dijalaninya pada seri kelima, hingga dirinya tidak menargetkan hasil apa pun. Yang terpenting baginya bisa menyentuh garis finis di setiap seri tersisa.

“Dengan best time yang saya 2 menit 01 detik saya menargetkan gelar juara di tahun 2020. Pastinya saya juga mempersiapkan mobil lebih baik lagi agar bisa mendapatkan setting-an yang pas,” papar Ditho.

Sedangkan sang kakak, Adhi pertama kali mencoba balapan sesungguhnya terjun di kelas One Make Race BMW pada tahun 2018 dan tampil sebagai juara di Kelas Rookie tahun 2018. Kemudian pada tahun 2019, Adhi beralih balap turun di ETCC 3000 Kelas Novice. Diakuinya, persaingan ETCC jauh lebih ketat dibanding One Make Race, meskipun sama-sama menggunakan mobil Eropa.

“Selain itu juga, jumlah pembalap yang lebih banyak membuat persaingan menjadi lebih ketat. Dan tantangan yang jauh lebih seru karena ETCC merupakan satu-satunya balapan yang mewadahi mobil-mobil Eropa yang sudah berstatus kejuaraan nasional,” tegas Adhi.

Adhi juga baru turun pada seri ketiga di tahun 2019. Ia tidak menargetkan apa pun, yang terpenting baginya dengan seri tersisa ia bisa menyelesaikan balapan hingga garis finis. Dan untuk tahun depan Adhi juga menargetkan juara nasional di ETCC 3000 untuk kelas Novice dengan persiapan yang matang,” jelasnya.

Menyinggung balapan ETCC di tahun depan, Adhi berharap ETCC akan lebih banyak lagi diikuti mobil-mobil Eropa khususnya BMW yang turun di lintasan. Karena, menurut Adhi ini merupakan satu-satunya kejurnas yang mengkomodir mobil-mobil Eropa.

Ia juga berharap agar regulasi ETCC lebih spesifik dengan regulasi kelas dan mesin sehingga bisa bertarung dengan mesin mobil yang sama. Khususnya kelas Novice yang merupakan pembalap baru, seharusnya tidak diperkenankan mengadopsi tuner engine agar pertarungan di lintasan lebih seru.

Adhi saat ini juga mencalonkan dirinya sebagai calon Presiden BMWCCI (BMW Car Club Indonesia) periode 2019-2021 yang akan digelar 22 November mendatang di Surabaya. Padahal saat ini ia menjabat sebagai Ketua BMWCCI Chapter Bandung Periode 2017-2019.

“Namun saya sudah sertijab (serah terima jabatan) ketua kepada pengurus chapter Bandung. Karena untuk mencalonkan diri sebagai Presiden BMWCCI tidak boleh menjabat sebagai pengurus BMWCCI di mana pun dan sebagai apapun,” terang Adhi.

Sebagai calon Presiden BMWCCI Periode 2019-2021, Adhi memiliki visi misi ingin merangkul semua chapter BMWCCI yang berjumlah 28 chapter di seluruh Indonesia bisa setara dan sederajat dalam meningkatkan potensi. “Semua chapter ini bisa, bisa sharing bersama, balap bareng, touring bareng dan juga bisa menggelar event bersama sehingga semuanya menjadi satu tanpa ada jarak,” pungkas Adhi.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top