Balap

Didi Hardianto: Dukung Penuh Anak-anaknya Berlaga di Lintasan Balap

Sebagai keluarga balap, dukungan penuh selalu diberikan Didi Hardianto kepada anak-anaknya sebagai generasi penerus.

Sentul, Autos.id  Pada tahun 1985-an siapa yang tak kenal dengan Didi Hardianto, pembalap yang kala itu berlaga di Sirkuit Ancol. Didi selalu tampil sebagai juara di kelas bergengsi, yaitu Grup S Super Slalom yang secara bergantian dengan Tinton Suprapto dan Chandra Halim. Saat itu, Didi menunggangi mobil Mazda RX Rotary Engine.

Bahkan setelah Sirkuit Ancol sudah ditiadakan, balapan pun berpindah ke Sirkuit Sentul yang saat itu baru selesai dibangun. Gelar juara pun bergantian diraih oleh ketiga pembalap tersebut yang turun di Kelas Grup S. Kala itu, Kelas Grup S merupakan kelas tertinggi. Kemudian, Didi beralih ke balapan Slalom yang dikuasainya selama beberapa tahun.

Namun, seiring waktu yang terus berjalan dan usia yang terus bertambah, Didi pun mulai pensiun dari dunia balap. Tetapi dirinya tidak berkecil hati, pasalnya anak-anaknya pun mengikuti jejaknya bertarung di lintasan balap. Mereka adalah Alinka Hardianti dan Alvito Hardianto, yang terjun di ISSOM yang digelar di Sirkuit Sentul, Bogor.

“Alinka sudah turun di berbagai jenis balapan sejak beberapa tahun lalu, baik drift, slalom maupun touring. Bakatnya sudah mulai terlihat sejak SD yang selalu mengikuti saya balapan kemana saja. Bahkan sering juga Alinka turut memasang cone saat saya berlomba di Slalom,” jelas Didi yang juga menjadi salah satu Komisaris Sirkuit Sentul.

Sedangkan adik Alinka, lanjut Didi, baru mengikuti balapan ETCC pada tahun ini. Meskipun terlambat namun dirinya tidak mempermasalahkannya. “Saya tidak pernah menyuruh Alinka maupun Alvito untuk ikut balapan. Mereka punya niat tersendiri dan sebagai orangtua, saya hanya memberikan dukungan kepada keduanya,” imbuh Didi.

“Alvito baru seri kelima turun di ETCC 3000 Novice dan masih tersisa 2 seri lagi hingga akhir tahun 2019 nanti. Tahun ini, baru penjajakan saja karena baru turun pertama kali di lintasan balap. Dan di tahun depan, saya akan mempersiapkan secara serius Alvito dan Alinka di lintasan balap,” ungkap Didi yang juga pernah menjadi crosser termuda yang menjadi juara nasional di Kejuaraan Nasional Motorcross pada tahun 1970-an tersebut.

Sebagai salah satu Komisaris Sirkuit Sentul, Didi merasa sangat bersyukur bila ada sirkuit baru yang dapat digunakan untuk latihan maupun kejuaraan. Melihat hanya Sentul yang layak dijadikan arena balapan, Didi berharap Sirkuit Mandalika yang berlokasi Lombok segera direalisasikan, sehingga para pembalap memiliki banyak pilihan untuk latihan dan juga turun di kejuaraan.

Menyinggung balapan ETCC, Didi berharap semakin banyak bermunculan para pembalap muda yang berprestasi. “Apalagi anak-anak muda yang suka balapan di jalanan tidak tahu bila ada balapan murah di ETCC ini. Mereka hanya tahu setiap balapan mobil pasti akan memakan biaya yang cukup besar,” urai Didi yang juga di daulat sebagai Ketua Umum Indonesia Motorcross Association (IMA).

Dan sebagai Komisaris Sirkuit Sentul, Didi sangat berharap tahun depan sirkuit yang diresmikan oleh Presiden Soeharto tersebut dilakukan perbaikan-perbaikan. Baik untuk track-nya, aspalnya maupun sarana pendukung lainnya. “Semuanya ini sedang dipikirkan dan di rencanakan agar Sirkuit Sentul menjadi lebih baik lagi,” pungkas Didi.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top