Balap

Marcus Ericsson Anggap Telah Meninggalkan F1 Setelah Menjalani Musim “Terkuat”

Marcus Ericsson meyakini telah meninggalkan Formula 1 pada akhir musim terkuatnya di dunia balap grand prix.

Swedia, autos.id Pembalap Swedia itu akan beralih ke IndyCar musim depan setelah Sauber memilih tim yang diisi Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi untuk 2019.

Ericsson mengutip kualifikasi sebagai alasan utama ia secara komprehensif dikalahkan pembalap pemula seperti Charles Leclerc selama musim ini.

Namun, Ericsson mengatakan musim kelimanya di F1 “pasti menjadi yang terkuat”, dengan tempat ke-17 membuatnya menyelesaikan kejuaraan dengan tingkat terbaik untuknya.

“Laju perlombaan yang sangat kuat yanga torehkan tahun ini. Saya memiliki beberapa perlombaan yang sangat kuat,” kata Marcus Ericsson.

Baca Juga: 2019, Kimi Raikkonen Gabung ke Tim Sauber

“Kualifikasi telah menjadi masalah, saya sudah terlalu jauh dibandingkan dengan Charles dan itu membuatnya sulit untuk bersaing dengan perolehan poinnya.

“Mengenai manajemen ban saya adalah salah satu yang terkuat di luar sana, di Formula 1. Itu adalah kekuatan terbesar saya tahun ini.”

Jarak 9 poin Ericsson dari 2018 sama dengan yang terbaik sebelumnya di F1, sementara ia juga mendapatkan start terbaik keenam di Grand Prix Brasil.

Namun dia menyayangkan karena tidak akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dari peningkatan di akhir musim, karena kerusakan lantai mobil sebelum GP Brasil yang menghentikannya dari memanfaatkan posisi grid dan dia berhenti di akhir musim.

Frederic Vasseur (pimpinan tim Sauber) mengatakan: “Bagian terakhir dari musim, dia secara konsisten memiliki waktu lap yang sama seperti Charles, termasuk mengungguli Charles di Sao Paolo.

“Itu sangat membantu bagi Charles untuk memiliki seseorang sebagai referensi seperti Marcus.

“Marcus juga memiliki keuntungan dari umpan balik teknis yang sangat baik dan dia banyak membantu kami di beberapa tahapan musim untuk mengambil keputusan dari segi teknis.”

Baca Juga: Didekati Ferrari, Sauber Tak Khawatir Kehilangan Leclerc

Leclerc mengakhiri tahun dengan menjalankan tiga finish tempat ke-7 berturut-turut untuk meraih 39 poin, cukup untuk membawa Sauber ke posisi 8 kejuaraan konstruktor.

Ericsson mengatakan dia merasa bangga dengan peran yang dia mainkan ketika membantu Sauber naik dari “tim belakang” untuk menjadi “10 besar”.

“Sepanjang tahun adalah yang terbaik di Formula 1, terutama peningkatan dari awal musim hingga sekarang,” ungkap pembalap Swedia itu.

“Di Melbourne, kami mulai di bagian bawah dengan Williams, dan kemudian kami telah meningkat sangat pesat sejak saat itu dan saya merasa sangat banyak keuntungan.

“Saya dan Charles bekerja sangat keras bersama dengan tim untuk menunjukkan arah yang kami inginkan, dan tim jelas mendengarkan kami dan melakukan pekerjaan dengan baik dalam memperbaiki mobil.”

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top