Balap

Lando Norris Jadi Rebutan Tiga Tim Formula 1

Pembalap McLaren di Formula 2, Lando Norris, kabarnya menjadi incaran tiga tim Formula 1 untuk musim depan.

Inggris, autos.id Tiga tim Formula 1 bersaing untuk mendekati bintang muda McLaren, Lando Norris, tetapi semua itu akan melibatkan pimpinan klasemen Formula 2 terkait pemutusan hubungan dengan kamp Woking.

Kabar itu juga muncul sebelum Grand Prix Kanada dimana Toro Rosso sedang membuat pendekatan tetapi hanya atas dasar Norris akan menjadi agen bebas.

Namun, bos McLaren Zak Brown telah menegaskan bahwa ia tidak berniat membiarkan pemenang McLaren Autosport BRDC Award 2016 itu pergi setelah tim mendukung perkembangannya melalui tim junior.

“Kami telah didekati oleh lebih dari satu tim,” – Brown (pimpinan McLaren) kepada Motorsport.com (19/6/2017).

“Kami memiliki tiga pendekatan dengan berbagai tingkat. Beberapa termasuk tahun ini, tetapi kami ingin dia fokus pada F2 dan membuatnya tetap di McLaren.

“Jika kami merasa itu baik untuk karirnya dan baik untuk McLaren, maka kami akan mempertimbangkannya berdasarkan kasus per kasus. Tetapi semua pendekatan itu berarti dia akan pergi, dan kami tidak tertarik dengan percakapan itu dan juga tidak bisa dinegosiasikan.

“Kami tidak akan melatihnya untuk orang lain, tapi saya tidak berpikir ada orang lain yang tertarik melatihnya untuk kami.”

Norris menghadapi masalah yang sama dengan pembalap McLaren Stoffel Vandoorne dua tahun lalu.

Setelah memenangkan gelar GP2, Vandoorne tidak dapat maju ke kursi utama McLaren karena Fernando Alonso dan Jenson Button masih di tim, sehingga ia menghabiskan satu tahun balap di seri Super Formula Jepang.

McLaren masih belum memiliki pilihan yang jelas untuk menempatkan pembalap muda sebelum salah satu kursi menjadi tersedia, karena calon potensial memiliki hubungan dekat dengan Ferrari, Mercedes atau Red Bull yang sering melibatkan kontrak dengan pembalap muda terbaik.

“Kami tidak punya tim lain,” Brown menegaskan. “Ini tidak ideal. “Saya pikir hal semacam itu menunjukkan bahwa FIA perlu melihat lebih dekat seberapa besar pengaruh sebuah tim terhadap tim lain, karena apa yang mereka mulai lakukan adalah menutup peluang bagi orang-orang yang independen.”

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top