Mobil

Sekelumit Kisah Reli Era Tahun 80-an dan 90-an

Medan pernah merasakan menjadi sebagai tuan rumah WRC (World Rally Championship)

JAKARTA, Autos.id   – Kancah reli di Indonesia memiliki cerita tersendiri di era tahun 1980-an hingga 90-an. Bisa dibilang pada masa itu kancah reli begitu ramai diminati dan menjadi salah satu daya tarik sendiri, tak hanya bagi para pelaku di industri reli, namun juga bagi masyarakat luas.

Soebronto Laras yang merupakan tokoh penting di kancah otomotif menceritakan mengenai hal tersebut. Ia mengaku bahwa di tahun 80-an hingga 90-an, ajang reli sangat ramai sekali karena peraturannya yang cenderung dibuat fleksibel.

“Pada saat itu, IMI (Ikatan Motor Indonesia) membuat peraturan sefleksibel mungkin dengan tujuan untuk membangun kancah reli itu sendiri agar lebih banyak yang berminat untuk ikut serta,” cerita Soebronto.

Sprint Rally 2018 Putaran Pertama di Makassar, Bukti Rally Nasional Menggeliat

Apa yang dimaksud fleksibel menyangkut beberapa hal, misalnya saja seperti regulasi terkait modifikasi dan hal-hal teknis lainnya. Zaman dulu sebisa mungkin dibuat standar bagaimana agar orang-orang mau ikut walaupun tetap mengikuti pakem yang ditentukan FIA. “Namun kita juga berpikir bagaimana cara membuat orang-orang tertarik, makanya waktu itu kita buat proses modifikasi dan teknis sebisa mungkin tidak memberatkan bagi para peserta,” jelas Subronto.

Soebronto lanjut mengenang saat pertama kali ia terjun di industri balap pada awal tahun 80-an. Menurutnya, ajang reli ketika itu menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat setempat. Bahkan Pemerintah Daerah seperti Gubernur, Bupati, ataupun pemimpin di daerah tempat dilaksanakannya ajang reli merasa senang dengan adanya ajang reli.

“Dalam sebuah ajang reli di Medan ketika itu, Danau Toba juga sekaligus dijadikan lokasi penyelenggaraan powerboating yang menambah semarak penyelenggaraan ajang reli. Kita sampai bikin powerboating di Danau Toba dan melibatkan teman-teman dari Malaysia dan Singapura,” paparnya.

Yang lebih membanggakan adalah ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah ajang World Rally Championship (WRC) di Medan. Legenda sekelas Rod Millen pun pernah mencicipi kejuaraan reli di Indonesia pada tahun 1990 dan 1992.

Subronto pun memberikan dukungan kepada Rifat Sungkar selaku Ketua Komisi Reli IMI Pusat beserta seluruh komunitas reli di generasi saat ini untuk terus mendorong majunya kancah reli di Indonesia sehingga semarak yang dihadirkan bisa seperti dulu.

Melalui Fun Rally, Jasa Marga Kampanyekan Keselamatan Berkendara

“Semoga generasi saat ini seperti Rifat bisa meneruskan apa yang telah terjadi di masa lampau karena sebenarnya Indonesia telah membuktikannya. Saya harap perjuangan teman-teman komunitas reli bisa membuahkan sesuatu yang positif ke depan,” pungkas Soebronto.

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

 

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top