Connect with us

Hi, what are you looking for?

Mobil

Mercedes Benz Rilis Konsep Mobil Listrik Long Range

mercedes benz vision EQXX

Menurut Mercedes Benz, jarak dan efisiensi adalah dua hal yang akan menentukan era mobil listrik. Hal ini tidak heran karena jarak dan tinggi pengeluaran untuk pergantian baterai menjadi perhatian banyak orang.

Jakarta, Autos.id – Perusahaan jerman ini pun mulai mencoba membuat terobosan terbaru dengan konsep Vision RQXX. Mobil konsep bertenaga surya ini diklaim dapat berjalan hingga lebih dari 1.000 km (648 mil) dalam satu kali pengisian daya. Jarak ini cukup membawa Vision EQXX berkelana dari New York hingga Cincinati atau dari Berlin ke Paris, atau dari Beijing ke Nanjing.

Jarak ini sangat kontras dengan Lucid Air yag diklaim kuat hingga jarak 520 mil dan Tesla Model S Long Range Plus (402 mil). Namun tidak seperti kedua kendaraan itu, saat ini Vision EQXX hanya sebuah konsep tanpa rencana produksi yang pasti (untuk sekarang). Sebelumnya sudah ada Mercedes Benz EQS 450+ yang bisa mencapai jarak 420 mil.

Mobil listrik long range ini sudah disebut-sebut selama beberapa minggu sebelum akhirnya hadir di Consumer Electronics Show (CES), Las Vegas secara virtual. Hal ini dikarenakan Mercedes Benz membatalkan rencananya untuk hadir langsung karena maraknya kasus Covid-19.

Untuk bisa membuat mobil konsep ini, para teknisi kembali lagi ke papan gambar dan membuat semuanya kembali. Mereka mempreteli EV hingga bagian intinya dan memndesain kembali semua bagian dari awal. Tentunya dengan melihat beberapa catatan tim F1. Karena itu, EQXX diklaim memiliki stuktur bionik yang ringan, eksterior yang sangat aerodinamis, dan juga sistem manajemen termal yang canggih. Semuanya untuk membuat sebuah mobil listrik yang paling efisien.

interior mercedes benz vision EQXX

Interior Mercedes Benz Vision EQXX

Dari sisi mesin EV, Mercedez meilih daya 150 kW dengan efisiensi 95%, angka yang belum ada sebelumnya di dunia otomotif. Bahkan mobil ICE yang sangat efisien saja hanya 30% karena kebanyakan energi hilang sebelum mencapai ban. Di EQXX, 95% adalah energi baterai yang sampai di ban.

Eva Greiner, kepala teknisi sistem berkendara listrik di Mercedez-Benz menjelaskan bahwa timnya bekerja di semua bagian untuk mengurangi komsumsi energi dan kehilangannya lewat desain sistem, pemilihan bahan, lubrikasi, dan manajemen panas. Semua ini dicobakan terlebih dahulu dengan alat simulasi. Mercedes juga lebih memilih High Performance Department (HPP) untuk membuat baterai baru dengan kepadatan energi 400 Wh/L. Teknologi inilah yang memungkinkan untuk memuat 100kWh dalam mobil kecil EQXX. Selain itu, ada pula konsep lain bernama OneBox.

Isinya adalah semua komponen listrik dan elektronik yang lebih ringan, aman, dan mudah dikeluarkan. Teknologi asal F1 ini memungkinkan peningkatan voltase hingga 900 dan ditutup dengan katup serat karbon yang ringan. Hal ini menjadi berat baterai dan OneBox hanya 1.090 lbs (skeitar 495 kg) dan total berat mobil adalah 3.858 lbs (1.750 kg).

Untuk menggerak mobil ini, EQXX memakai 117 sel surya di atasnya yang mampu mengumpulkan tenaga untuk penambahan jarak 15 mil. tenaga ini disimpan dalam baterai lithium-iron-phosphate yang ringan untuk menyuplai daya kepada climate blower, cahaya, sistem infotainment, dan lain-lain.

Dari sisi luar, mobil ini terlihat memiliki elemen Mercedes-AMG One. Namun di sisi dalam, terdapat layar 47.5 inci yang memanjang dari kedua sisi mobil dan memiliki resolusi 8K. Mercedes juga menyediakan NAVIZ Automotive Systems yang membantu navigasi 3D dengan tampilan satelit yang ditampilkan hingga ketinggi 8 kaki di atas mobil.  Selain menampilkan mobil konsep ini, Mercedes juga mengumumkan akan meinvestasikan seitar 47 miliar dolar (setara Rp 673,7 triliun) untuk menyelesaikan proses elektrifikasi produknya hingga 2030. Hal ini termasuk versi listrik Mercedes-Benz G Clas dan kendaraan berperforma tinggi seperti AMG.

Hal ini dikarenakan kebanyakan negara maju mulai memperketat penjualan kendaraan dengan mesin berbahan bakar minyak dan gas dalam hitungan dekade. Negara-negara Uni Eropa, China, dan California sendiri sudah berkata akan melarang penjualan jenis kendaraan ini mulai tahun 2035.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Mobil

Platform terbaru mobil ICE yang berbasis mobil EV dari Mercedes-Benz ini akan dinamai sebagai platform Mercedes Modular Architecture. Autos.id – Tidak bisa dipungkiri, mobil...

Berita Otomotif

Recall yang dilakukan Mercedes-Benz berkaitan dengan ground cable dan kamera mundur di Amerika Serikat tersebut hanya terjadi di negara tersebut dan tidak berpengaruh di...

Reviews

Mercedes-Benz T-Class hadir sebagai sebuah alternatif pilihan MPV untuk kebutuhan komersial dengan beberapa opsi dan tampilan yang jauh lebih mewah. Autos.id – Segmen mobil...

Reviews

Mercedes-Benz EQS SUV ini nantinya di proyeksikan akan menjadi salah satu penantang terkuat Tesla Model X yang memiliki konsep yang sama yaitu SUV listrik...