Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Nissan Qashqai E-Power Rencananya Akan Debut Di Pasar Eropa

Nissan Qashqai e-power

Nissan Qashqai E-Power merupakan model Nissan pertama yang memiliki mesin elektrifikasi baru di Eropa

Autos.id  –  Nissan Qashqai E-Power merupakan hybrid yang berbeda dari yang tersedia di pasar yang sebagian besar di dasarkan pada powertrain Note E-Power. Mobil ini akan menggunakan mesin 1,5 liter akan yang akan menggantikan mesin 1,2 liter dari yang tersedia di hatchback. Mesin pembakaran internal (ICE) bertindak sebagai generator dan juga menyediakan energi yang bisa disimpan dalam baterai yang memiliki output yang tinggi. ICE akan menghasilkan tenaga 156 hp, tetapi tenaga tersebut tidak langsung dialirkan ke roda.

Tenaga yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar tersebut akan dipakai untuk menggerakkan motor listrik bertenaga 190 hp. Motor listrik tersebut mempunyai ukuran dan kekutan daya yang sama dengan kendaraan listrik Nissan saat ini.

Baca juga: Nissan Juke Hybrid Resmi Meluncur Di Eropa, Lebih Irit!

Nantinya listrik yang dihasilkan oleh ICE bisa ditransmisikan melalui inverter ke baterai, motor listrik atau keduanya, sesuai dengan skenario mengemudi. Secara teori, tentunya pengaturan ini memungkinkan mesin pembakaran bekerja untuk kisaran rpm optimal dan rasio kompresi terbaik, yang nantinya  mengarah pada peningkatan efisiensi dan emisi CO2 yang lebih rendah.

Selain itu, yang dirasakan  saat berrada di belakang kemudi tentunya akan sama saja dengan saat mengendarai mobil yang sepenuhnya listrik karena roda digerakkan oleh motor listrik.  Pengemudi mobil ini akan mendapatkan torsi instan dengan raungan suara mesin dari mesin 1,5 liter tiga silinder.

Baca juga: Nissan Leaf Facelift 2022 Meluncur Di Eropa, Segera Masuk Indonesia?

Nissan juga tampaknya sudah mengembangkan sistem khusus yang disebut dengan Linear Tune yang akan membuat pengalaman mengemudi Qashqai E-Power ini layaknya mobil konvensional. Fitur Linear Tune dapat memonitor kinerja mesin bensin, yang nantinya bisa meningkatkan kecepatan rotasi secara bertahap dalam memenuhi kebutuhan energi motor listriknya. Dengan fitur tersebut Nissan mencoba untuk menghilangkan perasaan “tak terhubung” yang biasanya dirasakan pengemudi pada mobil hybrid umumnya atau dengan mesin CVT, dimana saat menggeber mesin tidak diikuti dengan peningkatan kecepatan yang sepadan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Berita Otomotif

SUV yang satu ini juga akan hadir untuk pasar Eropa pada musim panas 2022. Autos.id – Nissan memperkenalkan Rogue terbaru sekitar dua tahun lalu...

Reviews

Di tengah-tengah, makin populernya model-model kendaraan listrik, mobil listrik Nissan Leaf yang muncul lebih dahulu di tahun 2010 malah kehilangan arah. Autos.id  –  Pada...

Berita Otomotif

Nissan Z 2023 adalah salah satu kendaraan paling menarik untuk debut tahun ini. Autos.id  –  Mobil ini dipersenjatai dengan V6 twin-turbo 400-tenaga kuda dan...

Berita Otomotif

Renault sedang mempertimbangkan untuk menjual sebagian saham Nissan yang dimiliknya, sebuah langkah yang dapat mengumpulkan miliaran euro untuk mendanai transformasi Renault di kendaraan listrik...