Berita Otomotif

Meski Industri Otomotif Lesu, Tahun 2019 Adira Finance Catat Laba Bersih Rp 2,1 Triliun

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan laba bersih Rp 2,1 triliun pada 2019 lalu. Angka ini naik 16% dibandingkan tahun 2018.

Jakarta, Autos.id   Belum lama ini di Jakarta, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan 2019 bukanlah tahun yang mudah bagi perusahaan pembiayaan, khususnya yang bergerak di sektor otomotif. Dan industri otomotif mengalami kelesuan penjualan sepanjang tahun 2019.

“Penjualan sepeda motor (domestic wholesales) naik sedikit sebesar 1,6% y/y menjadi 6,48 juta unit dibandingkan dengan perolehan pada 2018. Sementara penjualan mobil (domestic wholesales) turun 11% y/y menjadi 1,03 juta unit dibandingkan dengan 2018,” imbuh Made.

Made menjelaskan, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pelemahan penjualan tersebut antara lain pemilihan umum pada bulan April 2019, perang dagang Cina-AS, melemahnya harga komoditas dan akhirnya melemahnya kepercayaan konsumen di akhir 2019.

Meskipun industri otomotif lesu, Adira Finance tetap bisa membukukan kinerja positif. Pendapatan bunga naik 10% menjadi Rp 12,0 triliun, sedangkan beban bunga naik 13% menjadi Rp Rp 4,8 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih naik 8% menjadi Rp 7,2 triliun.

Sementara itu, sepanjang tahun 2019, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 37,9 triliun, sedikit turun 1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 38,2 triliun. Segmen sepeda motor meningkat 6% menjadi Rp 20,2 triliun, sedangkan segmen mobil turun 7% menjadi Rp 15,7 triliun.

Pembiayaan sepeda motor baru pada tahun 2019 meningkat 7% menjadi Rp 15,0 triliun. Pembiayaan motor bekas naik 4% menjadi Rp 5,2 triliun. “Honda dan Yamaha berkontribusi 92% atas pembiayaan sepeda motor baru dan 88% atas pembiayaan sepeda Z bekas,” papar Made.

Sementara itu, pembiayaan mobil menurun sebesar 7% y/y menjadi Rp 15,7 triliun, di tengah industri yang telah mengalami penurunan dua digit. Segmen komersial turun 20% menjadi Rp 5,7 triliun dan segmen penumpang naik 3% menjadi Rp 10,0 triliunn. Komposisi masing-masing segmen komersial dan segmen penumpang sebesar 36% dan 64%,” kata Made menambahkan.

Adapun untuk target 2020 mendatang, Adira Finance mematok peningkatan 4-7% dengan mempertimbangkan kondisi industri otomotif yang masih stagnan. “Penjualan otomotif tahun ini diperkirakan masih akan berat. Penjualan kendaraan baru berkisar 0℅-3% Year of Year sepanjang 2020. Karena itu, kita memasang target pertumbuhan 4℅-7℅,” pungkas Made.

 

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top