Berita Otomotif

Adira Finance Peroleh Pinjaman Sindikasi 350 Juta Dolar Dari Luar Negeri

Pengaruh Indonesia di ekonomi global yang semakin kuat mendorong bank luar negeri memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan Indonesia dengan kinerja yang mumpuni. Adira Finance melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui pinjaman sindikasi dalam mata uang asing.

Jakarta, Autos.id – Akhir pekan lalu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau“Perusahaan”) telah melaksanakan seremonial perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi sebesar 350 juta dolar di Singapura.

Kepercayaan investor terhadap Adira Finance tetap kuat, terlihat dari penerbitan pinjaman sindikasi ini yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 2 kali dari rencana awal.

Fasilitas ini telah berhasil menarik minat para investor asing yang kebanyakannya berasal dari Singapura, Taiwan dan Jepang. Fasilitas berjumlah 350 juta dolar dengan tenor 3 tahun ini memperoleh tingkat bunga yang kompetitif di tengah kondisi pasar dan perekonomian nasional yang masih mengalami ketidakpastian.

Salah satu loket Adira Finance yang selalu setia melayani konsumennya

Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi ini, Adira Finance menunjuk BNP Paribas.; DBS Bank Ltd.; Malayan Banking Berhad, Singapore Branch; MUFG Bank, Ltd.; dan United Overseas Bank Limited. Sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners.

Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak penerbitan pinjaman sindikasi yang pertama, Perusahaan akan melakukan lindung nilai penuh (fully-hedged) ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk) mengingat kegiatan pembiayaan Adira Finance menggunakan mata uang rupiah dan suku bunga pembiayaan yang tetap.

“Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi ketujuh di tahun 2019. Seperti tahun lalu, fasilitas ini akan dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan di Indonesia dan akan digunakan untuk membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan sebesar 5%-10% di tahun 2019,” jelas Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance.

“Adira Finance terus mendiversifikasi sumber dananya sehubungan dengan pertumbuhan kebutuhan pendanaan perusahaan. Investor kami berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Taiwan,” lanjut Hafid.

Selain itu, Adira Finance juga mendapatkan pemeringkat dari credit Internasional yaitu dari Moody’s dan Fitch masing-masing dengan peringkat Baa2 dan BBB (investment grade) yang merupakan rating yang sama dengan Republik Indonesia.

Adapun fasilitas pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 36% atas pendanaan sendiri Perusahaan yang mencapai Rp22 triliun pada akhir tahun 2018. Sekitar 18% dari pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 46% berasal dari pendanaan dari pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah.

“Dengan gearing ratio pada level 3,1 kali, Perusahaan memiliki ruang gerak yang luas dalam mencari pendanaan kedepannya untuk memenuhi kebutuhan penyaluran pembiayaan baru,” pungkas I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Perusahaan.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top