Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Kecelakaan Leclerc Beri Verstappen Kemenangan di GP Perancis

Max Verstappen dari Tim Red Bull memenangkan Grand Prix Prancis untuk kedua kalinya berturut-turut. Meski begitu, kemenangan ini datang di bawah penderitaan yang dialami Charles Leclerc dari tim Ferrari.

Autos.id  –  Perlombaan dimulai seperti yang diharapkan, dengan Leclerc memimpin dari posisi terdepan, Verstappen di belakangnya, dan. pembalap Mercedes, Lewis Hamilton di urutan ketiga, setelah berhasil mendahului pembalap Red Bull, Sergio Perez.  Trio pembalap itu tetap berada di posisi tiga hingga lap 18, ketika Charles Leclerc menabrak tembok tyre wall.

Setelah kecelakaan itu, Leclerc mengatakan bahwa hal tersebut murni kesalahannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan tersebut, Ia mengatakan “Sebuah kesalahan. Saya telah mengatakan bahwa saya pikir saya tampil di level tertinggi saya dalam karir saya, tetapi jika saya terus melakukan kesalahan itu, maka tidak ada gunanya tampil di level yang sangat tinggi. Saya kehilangan terlalu banyak poin.”

Namun, sebenarnya ada sedikit misteri seputar kecelakaannya. Pada rekaman ulang pasca balapan, saat berada di putaran ke-10, Leclerc berkendara dalam keadaan stabil. Lalu, setelah kecelakaan, Leclerc terdengar melalui radio berbicara tentang throttle (katup gas) yang macet. Hal ini jugalah yang merupakan masalah yang dialami Leclerc pada kemenangannya di GP Austria dua minggu lalu.

Analis balapan, seperti Mantan juara F1 Nico Rosberg, mengatakan bahwa sepertinya mobilah yang harus disalahkan dan throttle yang macet adalah masalahnya. Namun, setelah balapan, kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan bahwa kecelakaan itu karena kesalahan pengemudi. Dia mengatakan bahwa throttle Leclerc yang macet terjadi setelah kecelakaan, yang tidak memungkinkan Leclerc untuk mundur dari dinding ban dan kembali ke sirkuit.

Tabrakan Leclerc menyebabkan bendera kuning, yang memungkinkan sebagian besar pembalap masuk pit untuk mendapatkan ban baru. Setelah kecelakaan itu, Verstappen dan Hamilton masing-masing menempati posisi pertama dan kedua, posisi yang tidak dilepaskan oleh kedua pembalap sampai akhir balapan. Namun, pertarungan memperebutkan posisi ketiga menjadi sangat menarik, terutama di lap-lap penutup.

Drama perebutan posisi ketiga

Pembalap Ferrari, Carlos Sainz bertarung dengan Sergio Perez untuk memperebutkan tempat ketiga di lap 42 tetapi ban dari Carlos Sainz sudah hampir aus dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sehingga awak tim Ferrari ingin dia masuk pit. Namun, Sainz merasa bannya akan bertahan hingga 11 lap tersisa dan ingin terus bertarung dengan Sergio Perez. Saat, Sainz membuat langkah brilian yang membuatnya merebut tempat ketiga dari Perez, tim Ferrari menghubunginya melalui radio menyuruhnya masuk pit yang dijawab oleh Sainz: “Tidak sekarang!”. Namun, satu lap kemudian, Carlos Sainz akhirnya menuju lap, dan terpaksa menyerahkan podiumnya. Tidak hanya itu saja, Sainz juga harus mendapat penalti lima detik karena cara keluar dari pit yang berbahaya di awal balapan. Sehingga, setelah keluar dari pit stop, Carlos Sainz harus berada di posisi kesembilan. Namun, kemampuan berkendara yang luar biasa dari Sainz memungkinkan ia untuk finish di posisi kelima.

 

Satu lagi yang jadi momen menarik di GP Perancis adalah kemampuan mengemudi yang heroik dari Hamilton, yang membuat tim Red Bull dan Ferrari hanya bisa mengekor di belakangnya sepanjang balapan. Hamilton dan tim Mercedes bisa dibilang memiliki mobil yang tidak dapat mengimbangi Red Bull dan Ferrari dalam hal kecepatan garis lurus, sehingga Hamilton tidak dapat mengejar Verstappen. Namun, keahlian mengemudinya memungkinkan dia untuk mengambil tempat kedua dan mencetak beberapa poin penting, sehingga asa dari tim Mercedes dalam kejuaraan tetaplah hidup. Sementara, Rekan setimnya George Russell juga finish di posisi ketiga, hasil di GP Perancis ini adalah pertama kalinya kedua pembalap dari tim Mercedes mencetak podium bersamaan sepanjang musim.

Kemenangan Verstappen di Sirkuit Paul Ricard membuat total skor Verstappen menjadi 233 poin, unggul atas Charles Leclerc (170 poin) di klasemen kejuaraan pembalap. Leclerc dan Ferrari memang lebih cepat dari Verstappen dan Red Bull baik di kualifikasi maupun selama GP. Namun, kesalahan yang dilakukan tim Ferrari, membuat tim dan Leclerc kehilangan poin berharga.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Mobil

Rencananya selain Red Bull, tim saudarnya yaitu Alpha Tauri juga akan menggunakan pasokan mesin dari Porsche sebagai bagian dari Sister Team dari tim Red...

Balap

  Pembalap Formula 1 Sebastian Vettel baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga yang membesarkan namanya ini setelah akhir musim 2022. Autos.id  –  Untuk...

Balap

Last updated on 28 Juli, 2022 Sebelum tikungan pertama Grand Prix Inggris Formula 1, mobil Zhou Guanyu, pembalap tim Alfa Romeo terjepit, terbalik dan...

Balap

Menjelang akhir pekan dimana GP Inggris akan dimulai, FIA sekali lagi harus menyelesaikan masalah rasialisme. Namun, kali ini ucapan rasis tersebut tidak datang dari...