Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Anak Mantan Pembalap F1 Akan Gunakan Mesin Renault Untuk Musim 2022

 

Mario Andretti menjadi berita utama akhir pekan lalu ketika dia mengumumkan bahwa putranya, Michael, bermaksud menurunkan tim Formula 1 pada 2024. Michael Andretti adalah mantan pembalap F1 dan pemilik IndyCar

Autos.id  –  Andretti Autosport, tampaknya cukup serius. Dia berpendatpat bahwa saat ini dia”memiliki sumber daya dan memeriksa apa saja yang diperlukan,” dan hari ini keseriusan itu meningkat. Dalam sebuah wawancara dengan reporter olahraga motor David Land, Mario Andretti mengatakan bahwa tim anaknya tidak hanya memiliki sumber daya vital yang sudah disiapkan dan orang-orang yang siap untuk bekerja, tetapi juga bahwa pemasok mesinnya pun sudah siap.

“Kami memiliki kesepakatan formal, sekarang, dan pemasok mesinnya adalah Renault. Saya sudah diizinkan untuk mengatakannya sekarang,” ungkapnya.

Pemilihan Renault sebagai pemasok mesin tidak terlalu mengecewakan. Sudah banyak tim F1 yang memiliki mesin dari Mercedes dan jikalau Andretti memilih Ferrari maka juga akan terjadi konflik dengan beberapa tim. Renault, bagaimanapun adalah yang paling cocok. Saat ini, Renault hanya memasok mesin untuk tim Alpine in-house setelah kehilangan Red Bull yang memilih Honda pada 2019, dan kemudian kehilangan McLaren ke Mercedes pada 2020.

Potensi kesepakatan akan menjadi kabar baik bagi Renault, dan tentu saja positif untuk tim baru seperti Andretti. Memiliki pemasok mesin yang sudah teruji membuat tim baru dari Anretti terasa lebih sah.

Masuknya Andretti

Sejauh ini, beberapa dari sepuluh tim F1 saat ini kurang mendukung masuknya Andretti. Jika tidak menambah nilai kejuaraan, ada yang bilang, tidak ada gunanya. Kepala Tim F1 Mercedes-AMG Toto Wolff secara khusus menyuarakan keprihatinannya awal pekan ini dengan mengatakan, “Ini adalah laga sekelas Liga Champions atau NFL. Dan mendistribusikan hak saat sudah di tengah-tengah, bukanlah hal benar, dan itu bukan tujuan Formula 1 dan juga FIA.” Andreas Seidl dari McLaren, di sisi lain, mengatakan dia “pasti akan menyambut tim Andretti,” terus mengungkapkan antusiasmenya dengan menyatakan bahwa dia akan “senang bersaing dengan mereka.”

Namun, Semua tim harus dalam keadaan setuju agar masuknya Andretti disetujui. Jika tidak, Andretti tidak akan bisa masuk. Andretti juga harus membayar biaya $200 juta (Rp 2,78 triliun) yang dibagikan di antara tim, untuk masuk. Tak perlu dikatakan, itu tantangan besar untuk masuk ke F1; Namun, Andretti tampaknya sangat antusias.

“Ada banyak langkah yang harus diambil di sini, ini pekerjaan besar,” kata Mario Andretti dalam wawancaranya dengan Land. “Tapi kami siap untuk itu. Kami memiliki mitra yang luar biasa. Hadapi saja: Saya sudah melakukannya selama 67 tahun sekarang.”

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Mobil

Rencananya selain Red Bull, tim saudarnya yaitu Alpha Tauri juga akan menggunakan pasokan mesin dari Porsche sebagai bagian dari Sister Team dari tim Red...

Balap

  Pembalap Formula 1 Sebastian Vettel baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga yang membesarkan namanya ini setelah akhir musim 2022. Autos.id  –  Untuk...

Balap

Max Verstappen dari Tim Red Bull memenangkan Grand Prix Prancis untuk kedua kalinya berturut-turut. Meski begitu, kemenangan ini datang di bawah penderitaan yang dialami...

Mobil

Renault mencoba pindah ke segmen kendaraan e-komersial beberapa tahun yang lalu. Autos.id – Kendaraan komersial tanpa emisi terbesar Renault adalah Master E-Tech, yang memamerkan...