Tips

Perawatan Pegas Hidrolik Pintu Bagasi yang Sederhana Tapi Penting

Mungkin banyak orang yang sering mengabaikan perawatn bintu bagasi mobil mereka. Alasan umumnya adalah karena pintu bagasi mobil mempunyai kemungkinan yang kecil untuk dapat mengalami masalah atau kerusakan. Namun perlu diketahui, perawatan pegas hidrolik pintu bagasi tetap perlu dilakukan, dan caranya pun juga terbilang sederhana.

Jakarta, Autos.id – Kita baru akan membuka tutup pintu bagasi apabila kita membawa barang yang besar atau panjang. Maka itu, jika dibandingkan dengan pintu depan, pintu bagasi memiliki intensitas buka tutup yang lebih rendah karena tidak selalu dipakai.

Saat kita membuka pintu bagasi, komponen pegas hidrolik akan bekerja untuk menahan pintu supaya tidak turun. Pegas hidrolik pintu bagasi ini keawetannya tergantung dari pemakaian. Semakin sering dibuka tutup, tentunya akan membuat kinerja sokbrekernya makin menurun. Apalagi bila perlakuan buka tutupnya terlalu kasar.

Buat yang baru menebus mobil baru, disarankan untuk memperhatikan pegas hidrolik agar pemakaiannya lebih awet. Karena pada beberapa kasus, belum ada lima tahun pemakaian, dorongan pegas hidrolik pintu bagasi ini sudah mulai melemah.

Pegas hidrolik bagasi berfungsi untuk menjaga pintu selalu terbuka

Ciri-ciri bila pegas hidrolik pintu bagasi sudah mulai lemah adalah, saat pintu dibuka, dorongannya ke atas tidak ada lagi. Saat terbuka penuh pun kalau pintunya tidak ditopang oleh tangan, pintu akan turun sendiri. Dengan begitu, kita harus menahannya supaya pintu bagasi ini tetap terbuka.

Untuk menghindari hal tersebut, tentunya kita harus lebih memperhatikan perawatanpegas hidrolik pintu bagasi. Pertama, hindari buka tutup pintu bagasi secara kasar, jangan terlalu sering membanting pintu bagasi terlalu kuat saat menutupnya.

Selanjutnya, pastikan as sok yang jadi porosnya, tetap dalam keadaan bersih. Jika ada kotoran yang menempel segera bersihkan dengan lap kering yang lembut, atau chamois. Jangan sekali-kali menghilangkan kotoran yang menempel di batang as tersebut dengan benda kasar. Karena jika permukaannya sampai baret, kerja mekanisme hidrolik pasti akan terganggu, oli dalam pegas juga bisa bocor. Kalau sampai rusak, mau tak mau mesti merogoh kocek lumayan banyak untuk menebus yang baru.

Baca juga: Berkendara Hemat dengan Mobil Bertransmisi Otomatis

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top