Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Mau Ban Mobil Berumur Panjang? Inilah 7 Cara Merawatnya

Ilustrasi ban mobil.
Ilustrasi ban mobil. (Sumber: Pixabay.com - VenV)

Last updated on 25 Mei, 2023

Ban merupakan salah satu bagian penting dari mobil, dan ada cara tepat untuk merawatnya.

Autos.id – Ban mobil merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan aspal.

Jika tidak merawat dengan baik, maka berpotensi mengalami kerusakan dan membuat pengendara harus menyiapkan dana tambahan karena harga ban mobil yang cukup mahal.

Sebagai contoh, ban Hankook Kinergy Eco2 (K435) dengan ukuran 165/80 R13 dijual seharga Rp575.000.

Jika harus mengganti empat ban, maka biaya yang diperlukan mencapai Rp2,3 juta. Untuk memperpanjang masa pakai ban mobil, perawatan rutin harus dilakukan.

Mengganti ban.

Mengganti ban. (Sumber: Pixabay.com – Counselling)

Cara Merawat Ban Mobil

Berdasarkan sumber dari Goodyear Indonesia, ada 7 cara dalam perawatan ban mobil yang perlu diperhatikan.

1. Perawatan Rutin

Anda dapat melakukan pemeriksaan ban mobil kapan saja, tidak hanya sebelum melakukan perjalanan jauh.

Sisihkan waktu sekitar 30 menit untuk memantau tekanan angin dan keausan pada tapak ban. Jangan lupa untuk memeriksa ban cadangan (serep).

2. Lakukan Rotasi Ban

Rotasi ban merupakan salah satu cara untuk menjaga performa ban agar stabil, keausan menyebar merata, dan membantu stabilisasi kendaraan saat melakukan manuver.

Namun, untuk melakukan rotasi ban, disarankan untuk dilakukan dengan pengawasan teknisi profesional setelah kendaraan menempuh jarak antara 5.000 hingga 10.000 km.

Hal tersebut dikarenakan teknisi profesional yang memahami cara-cara rotasi ban yang tepat dan aman.

Namun, perlu diingat bahwa rotasi ban tidak boleh kalian lakukan jika kaki-kaki kendaraan sudah alami modifikasi atau mobil menggunakan ban tipe directional.

3. Pastikan Tekanan Angin

Tekanan angin ban mobil sangat mempengaruhi masa pakai, kemampuan pengereman, pemakaian bahan bakar, dan stabilisasi kendaraan.

Saat tekanan angin kurang, permukaan ban akan tertekuk di tengah karena bahu ban yang lebih kokoh harus menopang seluruh beban.

Hal ini akan menyebabkan keausan pada sisi samping, performa pengereman menurun, dan mobil terasa lebih berat sehingga membutuhkan bahan bakar lebih banyak.

Sebaliknya, jika tekanan angin berlebih, ban akan cepat aus pada sisi tengah dan kendaraan akan terasa oleng saat bermanuver.

Baik tekanan angin kurang maupun berlebih, keduanya dapat memengaruhi kemampuan pengereman mobil karena ban tidak akan berfungsi maksimal dan tidak semua bagian permukaan ban akan menempel pada jalan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan angin ban secara teratur dan memastikan tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrik.

4. Perhatikan Beban

Kunci untuk menjaga kenyamanan saat berkendara adalah dengan menyebar beban secara merata di seluruh bagian kabin kendaraan.

Penting untuk memperhitungkan beban tambahan seperti barang di rak atas atau dalam bagasi ekstra.

Ban memiliki indeks beban yang berkaitan dengan rating kecepatannya.

Jadi, perhitungkan total beban kendaraan karena ini akan mempengaruhi perhitungan tekanan angin dan kinerja pengereman.

5. Spooring dan Balancing

Lakukan spooring dan balancing secara berkala. Spooring dilakukan untuk mengatur kembali alignment ke-empat roda agar ban kembali pada posisi awal sehingga perputaran ban lebih nyaman.

Sementara balancing dilakukan agar ban seimbang seluruh putarannya.

Adapun 3 tanda mobil yang memerlukan spooring dan balancing adalah adanya getaran pada ban yang menyebabkan setir ikut bergetar, terutama jika kendaraan melaju pada kecepatan di atas 80 km/jam, ban yang tidak bisa lurus meskipun setir sudah diarahkan pada kondisi lurus atau normal, dan perlu dilakukan secara berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali.

Dalam melakukan perawatan ban mobil, spooring dan balancing merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan. Dengan melakukan kedua perawatan tersebut, diharapkan ban mobil dapat bertahan lebih lama dan tetap nyaman saat digunakan.

Spooring dan Balancing ban mobil.

Spooring dan Balancing ban mobil. (Sumber: Lifepal)

6. Gaya Berkendara

Gaya Stop-Go, yaitu sering melakukan pengereman mendadak, skid atau spin, atau menarik kendaraan secara mendadak, dapat meningkatkan risiko ban mobil menjadi botak secara tidak merata.

Hal ini dapat mempersingkat umur pakai ban, sehingga Anda harus sering menggantinya dan membuat perjalanan Anda menjadi kurang nyaman.

Namun, yang lebih berbahaya adalah bahwa risiko kecelakaan meningkat karena kondisi ban yang botak tidak merata, dan potensi tergelincir saat melakukan pengereman bisa meningkat hingga 30%.

Baca juga: Perhatikan Tanda-Tanda Ban Mobil Harus Diganti Secepatnya!

7. Kondisi dan Kualitas Ban Cadangan

Ban cadangan juga perlu diperiksa secara berkala. Meskipun kadang-kadang kita hanya menganggapnya sebagai cadangan, tetapi tidak ada salahnya memastikan bahwa ban cadangan tersebut dalam kondisi yang baik.

Kita tidak pernah tahu kapan ban cadangan akan dibutuhkan. Oleh karena itu, pastikan ban cadangan tetap prima dan siap digunakan jika diperlukan.

 

 

Sumber: Goodyear Indonesia

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Motor

Autos.id – Berkendara motor memang membutuhkan keahlian, terlebih apabila menggunakan motor gede alias Moge. Oleh karenanya, saat ini diberlakukan juga kategori SIM C, untuk...

Mobil

Last updated on 5 Juli, 2024 Autos.id – Melihat mobil berukuran besar dengan tampilan mewah mungkin sudah biasa. Namun pernahkan Anda melihat mobil berukuran...

Mobil

Last updated on 27 Mei, 2024 Autos.id – Tidak hanya mobil bertenaga listrik, mobil bertenaga BBM pun masih terus menunjukkan eksistensinya. Berbagai merek terus...

Mobil

Last updated on 16 April, 2024 Autos.id – Ajang IIMS 2024 resmi ditutup pada 25 Februari lalu. Pameran itu berhasil menampilkan 187 exhibitor dengan...

error: Content is protected !!