Tips

Cara Mengoperasikan Transmisi Otomatis yang Benar

Tidak berlebihan rasanya jika kita mengatakan bahwa saat ini, mobil bertransmisi otomatis sudah lebih populer dari yang bertransmisi manual. Tentu saja ini terjadi karena mobil bertransmisi otomatis mampu memberi cukup banyak kemudahan dan kepraktisan buat pengendaranya. Namun pertanyaan yang mendasar adalah, bagaimana cara mengoperasikan transmisi otomatis yang benar?

Jakarta, Autos.id – Dalam pengoperasian transmisi otomatis, hal yanang paling penting adalah, setiap menggeser tuas transmisi ke posisi P, R, N, dan D, mobil harus pada posisi berhenti, tidak boleh sambil berjalan. Untuk pindah dari atau ke posisi P (Park/Parkir) ke R (Reverse/Mundur), ke N (Netral), dan ke D (Drive/Jalan), selalu injak pedal rem dan menekan tombol pengunci transmisi otomatis (bila ada atau dilengkapi).

Begitu tuas sudah di posisi P, R, N, dan D, baru angkat jari dari tombol pengunci dan lepas injakan kaki di pedal rem. Contoh mobil yang sedang melaju (tuas di posisi D) harus berhenti total dulu baru bisa pindah gigi ke posisi N, R, atau P. Contoh selanjutnya, mobil yang sedang mundur (tuas di posisi R) harus memastikan mobil berhenti dulu untuk pindah ke posisi P, N atau D.

Kemudian di saat mobil terjebak macet atau menunggu di lampu merah, jika mobil hanya berhenti sebentar, sekitar 10-20 detik, maka Anda tidak perlu menggeser tuas dari posisi D ke N, cukup injak pedal rem saja. Namun,jika mobil berhenti di jalan dalam waktu lama, atau lebih dari 30 detik, Anda bisa pindahkan tuas ke posisi N. Jangan lupa tarik tuas rem parkir untuk mencegah mobil bergerak sendiri akibat permukaan jalan yang miring.

Ilustrasi pengoperasian transmisi otomatis

Lalu jika Anda memerlukan tenaga untuk berakselerasi seperti menyalip kendaraan, Anda bisa melakukan kick down (menekan habis) pedal gas, atau ubah posisi gigi hingga putaran mesin berada di titik torsi dan tenaga optimal dengan cara menurunkan gigi lebih rendah (D3), overdrive off (OD/OFF), dan memanfaatkan mode manual. Atau bisa juga gunakan fitur D3 atau overdrive off serta mode manual untuk yang jenis tiptronic, transmisi akan menurunkan gigi dan memberikan tenaga untuk berakselerasi.

Terakhir, ketika melewati tanjakan, baru Anda bisa gunakan gigi yang lebih rendah misalkan L atau 1 dan 2. Catatan penting, pastikan perpindahan ke gigi rendah tidak dalam kecepatan tinggi karena bisa menyebabkan over rev (putaran mesin terlalu tinggi) yang memperpendek umur mesin dan komponen di dalam girboks.

Sama halnya dengan jalanan menurun, untuk memberikan efek engine brake Anda bisa gunakan gigi yang rendah. Mobil bertransmisi otomatis cenderung tanpa engine brake, jadi melewati turunan dengan gigi rendah tidak masalah di transmisinya selama dibantu dengan rem.

Baca juga: Deteksi Masalah yang Bikin Kaki-Kaki Berbunyi Saat Belok

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top