Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ducati

Raih Gelar Juara Dunia Di MotoGP dan World Superbike, Ini Rahasia Ducati

Raih Gelar Juara Dunia Di MotoGP dan World Superbike, Ini Rahasia Ducati

Raihan 2 gelar juara dunia MotoGP dan World Superbike menjadi tanda bahwa pabrikan asal Italia ini terus berinovasi untuk selalu menjadi yang terbaik dikedua ajang tersebut.

Autos.id – Di musim 2022 ini menjadi tahun yang sangat menyenangkan bagi Ducati. Bagaimana tidak, pabrikan asal Bologna, Italia sukses besar di 2 ajang balap motor bergengsi dunia yaitu MotoGP dan World Superbike. Di MotoGP Francesco Bagnaia sukses merengkuh gelar juara dunia di seri terakhir GP Valencia, sedangkan di World Superbike, Alvaro Bautista sukses merengkuh gelar juara dunia pada seri Mandalika, Indonesia akhir pekan kemarin.

Raihan 2 gelar juara dunia dari 2 ajang balap yang berbeda ini membuat Ducati untuk pertama kalinya merebut 2 gelar utama di 2 ajang balap motor kelas tertinggi didunia.

Raih Gelar Juara Dunia Di MotoGP dan World Superbike, Ini Rahasia Ducati

Francesco Bagnaia

Ini Rahasia Ducati

Dikutip dari Motosan pada Senin (14/11/2022), Sporting Director dari Ducati Corse, Paolo Ciabatti menyebut kombinasi antara pembalap dan motor yang sempurna menjadi kunci utama mengapa Ducati berhasil meraih gelar juara dunia di 2 ajang tersebut. Ia menyebut bahwa keterlibatan pembalapnya dalam pengembangan motor juga yang sesuai dengan gaya balapnya juga menjadi faktor penting dari kesuksesan Ducati.

Ia melihat baik Bagnaia maupun Bautista sama-sama berhasil dalam mewujudkan kombinasi motor yang sempurna serta kru tim yang cekatan dalam menerima masukan dari setiap pembalap. “Saya melihat saat bagaimana Bagnaia dengan motor Desmosedici serta Bautista di motor Panigalle yang bisa memiliki performa serta konsistensi yang tidak perlu diragukan lagi”, ujar Ciabatti.

Raih Gelar Juara Dunia Di MotoGP dan World Superbike, Ini Rahasia Ducati

Alvaro Bautista

Peningkatan performa serta berbagai input atau masukan dari setiap rider juga menjadi faktor penting betapa berhasilnya Ducati menciptakan motor juara di 2 ajang balap bergengsi ini. Ciabatti menambahkan bahwa faktor konsistensi serta belajar dari berbagai kesalahan juga menjadi faktor bahwa 2 tunggangan motor Ducati baik Desmosedici dan Panigalle ini sukses menghantarnya meraih gelar juara dunia.

Dengan tingkat kompetitif yang semakin ketat baik di ajang MotoGP maupun World Superbike membuat kami harus bisa terus beradaptasi dan terus berkembang ke arah yang baik. Tidak ketinggalan setiap masukan dan input dari setiap pembalap juga menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi yang baik agar terus menciptakan motor yang kompetitif dan terus bersaing dilevel tertinggi,” tambah Ciabatti.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Motor

Yamaha YZF500 yang dilelang ini merupakan motor yang pernah dipakai balap Kenny Roberts Jr balapan debut di kelas GP500 tahun 1996 silam. Autos.id –...

Motor

Tanpa adanya tim satelit membuat Yamaha hanya akan menurunkan 1 tim dengan 2 motor saja untuk MotoGP musim 2023 mendatang. Autos.id – Sejak keikutsertaan...

MV Agusta

Meskipun tertarik kembali ke ajang MotoGP, MV Agusta belum akan kembali ke ajang balap motor bergengsi ini setidaknya dalam beberapa tahun kedepan. Autos.id –...

Motor

Meskipun akan memudahkan pembalap dalam mengendalikan motornya, nyatanya perangkat Ride Height pada motor MotoGP modern justru mengurangi keterlibatan pembalap dalam melajukan motor yang dikendarainya...