Connect with us

Hi, what are you looking for?

Volvo

Volvo Mengklaim, Mobil Listrik Hasilkan Emisi 70% Lebih Banyak Dari Mobil Konvensional

Volvo Menyebutkan Mobil Listrik Menghasilkan Emisi 70% Lebih Banyak Dari Mobil Bensin

Penelitian tersebut merupakan sinyal yang menunjukkan bahwa mobil dengan teknologi elektrifikasi merupakan jawaban untuk teknologi kendaraan masa depan.

Autos.id – Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, produsen otomotif asal Swedia, Volvo menyatakan bahwa proses pembiayaan mobil listrik mereka, SUV C40 Coupe Recharge menghasilkan emisi yang lebih banyak dari mobil bensin. Menurut Volvo, mobil listrik buatannya menghasilkan kurang lebih 70% emisi lebih banyak dibandingkan mobil bensin mereka, Volvo XC40.

Hal ini diungkapkan oleh Volvo setelah mereka mengumumkan rencana menandatangani Deklarasi Glasgow seputar kendaraan tanpa emisi di COP26 baru-baru ini.

Hasil Penelitian Dari Volvo

Dalam penelitian tersebut, Volvo memperhitungkan seluruh jejak karbo serta siklus masing-masing dari emisi tersebut. Termasuk didalamnya proses produksi, penambangan bahan baku, pengisian bahan bakar, serta mengemudikan mobil sejuah 200.000 km sebelum pembuangan akhir. Dalam penelitian ini, Volvo menggunakan mobil SUV Compact mereka, XC40 baik versi ICE maupun versi mobil listriknya.

Volvo Menyebutkan Mobil Listrik Menghasilkan Emisi 70% Lebih Banyak Dari Mobil Bensin

Dan dari temuan Volvo ini juha menyebuitkan bahwa mereka menggunakan 3 skenario berbeda berdasarkan rata-rata pasokan emisi global. Kemudian penilian proyeksi keseimbangan EU28 serta dari energi terbarukan yang regular, dan yang terakhir adalah energi terbarukan secara penuh.

 

Dan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Volvo ini menyebutkan bawha mobil listrik tidak hanya sekedar memberi dampak ramah lingkungan yang lebih baik dari mobil berjenis ICE. Lebih lanjut Volvo menyebutkan bahwa meskipun kendaraan listrik memberikan dampak ramah lingkungan yang lebih baik, etatpi arah mobil dengan mesin konvensional ICE juga semakin menuju kearah yang tidak kalah baiknya.

 

Meskipun begitu dalam proses produksi mobil dengan baterai listrik seperti C40 dan XC40 Recharge, Volvo jua menyebutkan bahwa emisi ketika proses pdouksi memang jauh lebih banyak. Tetapi dampak yang akan dirasakan untuk kebutuhan ramah lingkungan akan jauh lebih berefek serta memiliki dampak yang justru jauh membaik seiring berjalannya waktu.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Berita Otomotif

PT Eka Permata Agung atau PO EPA Star memiliki armada baru yang dirakit oleh karoseri Tentrem. Autos.id – Di awal tahun 2023, PO EPA...

Berita Otomotif

Ada sejumlah merek sasis premium yang menjadi langganan PO (Perusahaan Otobus) di Indonesia. Autos.id – Sasis premium atau sasis berkualitas tinggi kini semakin diandalkan...

Volvo

Meskipun belum dalam waktu dekat, namun Volvo juga sudah menyiapkan produk mobil listrik selain SUV seperti misalnya berbentuk sedan dan station wagon. Autos.id –...

Volvo

Awal pekan ini, Volvo mengungkapkan kemitraan dengan Epic Games, produsen Unreal Engine dan juga Fortnite, yang membawa teknologi rendering canggih ke dalam mobil Volvo...