Berita Otomotif

Tantangan Indonesia Menuju Era Mobil Listrik

Harga baterai untuk kendaraan listrik yang masih mahal, membuat kendaraan listrik di Indonesia juga dijual dengan harga yang cukup mahal

Jakarta, Autos.id  –  Era mobil listrik sudah diperbincangkan di seluruh dunia sejak beberapa tahun lalu, dan sebagian negara mengklaim akan beralih ke mobil listrik seluruhnya pada tahun 2025 mendatang. Bagaimana dengan Indonesia? Banyak tantangan yang harus dilakukan dalam mengoperasikan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hari Setiapraja dalam Diskusi Virtual Industri Otomotif bersama Forwot dan Forwin di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, akan banyak sekali tantangan yang akan dihadapi di Indonesia dalam mengoperasikan kendaraan listrik di Indonesia. Diantaranya infrastruktur untuk suplai listrik, mengingat kendaraan listrik sangat bergantung pada tenaga listrik yang mudah diakses di mana saja.

Kedua, kata dia, ketersedian charging station yang belum memadai. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur. “Salah satu yang membuat produsen mobil dan masyarakat meragukan mobil listrk adalah keberadaan stasiun charging. Saat ini di Indonesia masih terbatas. Ini yang perlu dibangun pemerintah,” ujarnya, dalam webinar Forwin dan Forwot, kemarin (Kamis, 26/11).

Selain itu, tantangan ketersediaan teknologi baterai juga harus diperhatikan yaitu power tinggi dan juga tahan lama. Hari mengharapkan, produsen baterai kendaraan listrik segera menemukan teknologi yang lebih baik namun pastinya dengan harga yang lebih murah. “Untuk harga baterai ini juga menjadi satu tantangan tersendiri, yang harganya sendiri bisa mencapai 50% dari harga mobil itu sendiri. Tentunya ini juga menjadi pengaruh terhadap harga jual kendaraan listrik,” tukasnya.

Hari menambahkan, setiap kendaraan pasti membutuhkan tempat pengisian bahan bakar, begitu juga dengan kendaraan listrik yang juga membutuhkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau charging station. Saat populasi kendaraan listrik di Indonesia mulai banyak maka ketersediaan jaringan tempat pengisian daya listrik ini juga harus semakin bertumbuh. “Tanpa adanya ini rasanya sulit untuk implementasi kendaraan listrik secara menyeluruh,” pungkasnya.

 

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top