Berita Otomotif

Semester I Tahun 2019, Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh 4 Persen

Jakarta, Autos.id  –  Adira Finance membukukan Rp19,1 triliun untuk penyaluran pembiayaan baru pada 1H2019 atau semester 1 2019. Ada pertumbuhan 4% dibandingkan perolehan pada semester 1 2018. Pertumbuhan penyaluran baru perusahaan Adira Finance berdampak pada situasi politik dan ekonomi Indonesia, seperti adanya Pemilu dan turunnya harga komoditas dan rendahnya penjualan mobil baru.

’’Alhamdulillah, di tengah situasi yang kurang kondusif dengan adanya Pemilu, kita masih mencatatkan tumbuh positif 4 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu,’’ jelas Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli di Jakarta belum lama ini.

Hafid kemudian membeberkan dari total Rp 19,1 triliun pembiayaan baru pada 1H2019 yang telah disalurkan. Dari angka tersebut pembiayaan terbesar untuk sepeda motor sebesar Rp 9,9 triliun.

Angka ini melewati pembiayaan mobil yang mencapai Rp 8,07 triliun. Sisanya dipergunakan untuk pembiayaan baru non automotif dan elektronik yang menyentuh angka Rp 1,1 triliun.

PEMBIAYAAN SEPEDA MOTOR TUMBUH 9%

’’Pada 1H2019, Adira Finance membukukan Rp 19,1 triliun untuk penyaluran pembiayaan baru, naik 4% dibandingkan dengan 1H2018. Segmen sepeda motor naik 9% dan segmen mobil stagnan di 0% di tengah penjualan industri mobil baru menurun sebesar 13%. Piutang yang dikelola naik sebesar 12% menjadi Rp 53,9 triliun, dibandingkan dengan Rp 48,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu,’’papar Hafid.

Hingga akhir Juni 2019, pembiayaan sepeda motor mencatat pertumbuhan tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah tersebut didominasi oleh pembiayaan sepeda motor baru sebesar Rp 7,3 triliun atau tumbuh 11% (yoy). Sementara untuk sepeda motor bekas tercatat tumbuh sebesar 5% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun.

Di sektor pembiayaan mobil, untuk mobil bekas tumbuh 13% (yoy) menjadi Rp 3,7 triliun. Namun, pembiayaan mobil baru turun hingga 14% (yoy) menjadi Rp4,4 triliun. Adapun dari jumlah tersebut kontribusi mobil penumpang tercatat sebesar 64% dan mobil komersial 36%.

’’Segmen sepeda motor dan mobil terus memberikan pertumbuhan terbesar. Inisiatif strategis kami telah terbukti efektif untuk memberikan pertumbuhan yang cukup moderat dalam lingkungan bisnis yang relatif stagnan. Kami terus memberikan penawaran produk lengkap melalui penyediaan multi-produk dan brands dan meningkatkan berbagai program pemasaran,” kata Hafid.

Hafid juga menjelaskan mengenai laba Adira Finance yang mencatat pertumbuhan. Pada 1H2019, laba bersih Adira Finance naik 9% (y/y) yang mencapai Rp 949 miliar dibandingkan 1H2018. Pendapatan bunga naik sebesar 12% menjadi Rp 5,89 triliun sementara beban bunga naik 15% menjadi Rp 2,33 triliun.

 

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top