Autos.id – Geely mulai memperluas medan perangnya di Indonesia. Setelah lebih dulu dikenal lewat jajaran kendaraan elektrifikasi, Geely Auto Indonesia kini membawa Coolray sebagai SUV bermesin pembakaran internal (ICE) pertama mereka di Tanah Air.
Perkenalan ini mereka lakukan melalui ajang Geely Refining Tomorrow di Mandalika International Circuit, sekaligus membuka periode pre-book bagi konsumen Indonesia. Menariknya, keputusan Geely menghadirkan SUV bensin justru datang ketika industri otomotif nasional sedang bergerak semakin agresif menuju elektrifikasi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Geely tidak ingin hanya bermain di satu sisi pasar. Coolray diposisikan untuk konsumen yang masih menginginkan mesin bensin, tetapi tetap mencari desain modern, performa responsif, fitur teknologi, dan sistem keselamatan yang lengkap dalam sebuah SUV kompak.
Mesin Turbo 174 PS Jadi Modal Utama

Di balik kap mesinnya, Geely Coolray mengandalkan mesin 1.5-liter turbocharged yang menghasilkan tenaga hingga 174 PS dan torsi maksimum 290 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 7-speed wet dual-clutch transmission (7DCT).
Kombinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama Coolray. Karakternya tidak hanya diarahkan untuk mengejar efisiensi, tetapi juga memberikan respons akselerasi yang lebih agresif ketika dibutuhkan. Pengemudi juga dapat memilih empat mode berkendara, yakni Eco, Comfort, Sport, dan Adaptive, untuk menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi perjalanan.
Dengan konfigurasi tersebut, Coolray berpotensi menjadi pilihan bagi konsumen yang belum siap beralih ke mobil listrik, tetapi tetap menginginkan SUV dengan teknologi modern dan performa yang lebih bertenaga.
Dua Varian, Fitur Kabin Tidak Main-Main

Geely Coolray hadir dalam dua pilihan, yakni Standard dan Flagship. Untuk varian tertinggi, Geely memberikan sejumlah elemen yang membuat tampilannya lebih sporty, seperti eksterior two-tone, velg 18 inci, serta red brake calipers.
Namun, daya tarik Coolray tidak berhenti di eksterior. Di dalam kabin terdapat layar infotainment 14,6 inci HD yang dipadukan dengan panel instrumen digital 8,88 inci. Apple CarPlay dan Android Auto juga tersedia untuk menunjang konektivitas pengguna.
Fitur lain yang ikut ditawarkan meliputi wireless charging, ambient lighting dengan 72 pilihan warna, serta sistem audio untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
ADAS Level 2 Jadi Senjata Teknologi
Satu hal yang cukup menarik dari Coolray adalah kelengkapan fitur keselamatannya. SUV ini dibekali Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Sistem tersebut lemgkapi dengan sejumlah fitur pendukung. Sementara visibilitas kendaraan meningkat melalui 540° Panoramic View Camera yang membantu pengemudi ketika bermanuver maupun parkir.
Perlindungan pasif dan aktif lainnya mencakup enam airbags, Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control, Hill Descent Control, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), hingga ISOFIX.
Harga Jadi Kunci untuk Geely Coolray

Secara global, Geely Coolray bukanlah model baru. SUV ini telah digunakan oleh lebih dari 1,35 juta konsumen di berbagai pasar. Pengalaman tersebut menjadi modal Geely untuk membawa Coolray ke Indonesia sebagai model yang diharapkan dapat memperluas basis konsumen mereka.
Namun, satu pertanyaan penting masih belum terjawab, Berapa harga Geely Coolray di Indonesia?
Saat ini, konsumen sudah dapat melakukan pre-book melalui jaringan diler resmi Geely di Indonesia. Sementara harga resminya baru akan diumumkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Dengan mesin 1.5-liter turbo, transmisi dual-clutch, ADAS Level 2, serta fitur kabin yang cukup lengkap, posisi harga akan menjadi faktor krusial. Jika Geely mampu memberikan banderol yang kompetitif. Coolray punya potensi jadi penantang baru di segmen SUV kompak yang pemainnya berasal dari Jepang, Korea dan sesama Tiongkok.
Pada akhirnya, kehadiran Coolray bukan sekadar menambah satu model baru dalam portofolio Geely. SUV ini menjadi ujian penting bagi strategi Geely di Indonesia: apakah mereka mampu menjangkau konsumen yang masih memilih mesin bensin, sekaligus mempertahankan citra sebagai merek dengan teknologi modern yang sebelumnya dibangun melalui kendaraan elektrifikasi.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
