Balap

MotoGP: Banyak Komplain, Sesi Tes Dibatalkan

MotoGP: Banyak Komplain

Autos.id – Musim balap MotoGP 2015 telah selesai, kini setiap tim tengah sibuk mempersiapkan tunggangan baru musim depan. Sejak November silam, seluruh pebalap sibuk mengetes ECU dan ban baru. Hasilnya, semua mengeluhkan peforma motornya yang mengendur dibandingkan musim lalu.

Tim Suzuki Ecstar dan Ducati pabrikan memilih untuk melakukan pengetesan ditempat terpisah guna mendapatkan peforma terbaiknya musim depan. Sementara itu, Repsol Honda, Movistar Yamaha dan tim-tim satelit lainnya ambil bagian sesi tes yang diselenggarakan oleh MotoGP.

Seperti diketahui, musim depan setiap akan menggunakan ECU buatan Magneti Marelli yang dikembangkan bersama-sama oleh Yamaha, Ducati dan Honda. Hal tersebut guna mengurangi kesenjangan antar tim berduit dan satelit. Sedangkan dari sektor kaki-kaki, ban asal Perancis masuk ke MotoGP menggantikan Bridgestone.

Tidak hanya berganti merek, musim balap 2016 setiap pebalap akan kembali menggunakan ban berukuran 17 inci. Atas aturan baru tersebut, nantinya kita tidak akan bisa melihat gaya menikung “elbow down” yang kerap dipraktekkan pada musim ini.

Kedua aturan baru tersebut ternyata banyak mendapat komplain dari para pebalap. Bahkan beberapa mengalami cedera serius hingga harus naik meja operasi. Valentino Rossi bahkan mengibaratkan ECU baru tersebut layaknya kembali ke era 2008. Sementara Dani Pedrosa mengakui kalau dirinya sulit beradaptasi dengan peranti elektronik tersebut.

Sama halnya dengan Marc Marquez, bahkan The Baby Alien mesti jatuh bangun dalam sesi tes di Jerez. Atas banyaknya komplain dari para pebalap, sesi tes dibatalkan hingga akhir Januari 2016. Sesi tes kembali dimulai pada awal Pebruari dengan menunjuk sirkuit Sepang, Malaysia sebagai tuan rumah. [dw/timBX]

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top