Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Fanatik Pada BMW, Membuat Aria Ramadhan Konsisten Di Balapan ETCC

Last updated on 9 Desember, 2022

Sejak tahun 2013 Aria Ramadhan sudah ambil bagian di balapan ETCC ini

Jakarta, Autos.id  –  Pertama kali tampil di ajang European Touring Car Championship (ETCC) pada tahun 2013 bertepatan dengan balapan perdana untuk mobil-mobil Eropa, membuat Aria Ramadhan yang akrab dipanggil temannya dengan sebutan Aria “BMW” turut ambil bagian dengan menunggangi BMW E36 lansiran tahun 1995.

Aria mengakui, sudah menggandrungi mobil BMW saat pertama kali ketika dirinya duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar.

“Saya memang fanatic banget dengan mobil Eropa khususnya BMW, jadi orang mengenal saya dengan sebutan Aria BMW. Dan awal mulanya terjun di ETCC karena banyaknya masukan dari pembalap-pembalap sebelumnya bila balapan di ETCC seru banget dan persaingan sangat ketat,” papar Aria yang memang mengakui persaingan di ETCC cukup ketat dan sportif.

Tak hanya itu saja, alasan Aria BMW terjun di ETCC karena persaingan di lintasan sangat ketat dan sportif, namun diluar lintasan para pembalap sangat akrab dan solid antara satu dengan yang lain. “Ini yang membuat saya kepincut untuk terus ambil bagian di ETCC,” aku Aria yang kini turun di kelas ETCC 3000 Pro.

Pada tahun berikutnya yaitu tahun 2014, Aria BMW vakum dari ETCC karena kesibukannya sebagai seorang kontraktor perumahan. Namun pada tahun 2015 hingga 2020 Arya tampil kembali. Kemudian pada tahun 2021, ETCC sempat vakum karena pandemic covid-19 yang sedang merajalela.

Aria BMW (kanan) meraih podium ketiga di seri ketujuh ETCC 3000 Pro

Dan tahun 2022 Aria kembali terjun di lintasan ETCC 3000 Pro yang berhasil merebut podium ketiga pada seri ketujuh atau terakhir di balapan ETCC tahun 2022. “Saat seri ketujuh ini, saya berhasil merebut podium ketiga, jujur saja di seri terakhir ini persaingannya cukup ketat, karena semua pembalap berambisi untuk meraih poin terakirnya,” tukas Aria.

Aria mengaku, menghadapi persiapan di seri ketujuh ini, ia sudah menemukan solusi pada mobilnya yaitu gearbox yang bermasalah. “Pasalnya, mobil BMW E36 1995 yang aku tunggangi ini bukan hanya diikutsertakan dalam ETCC saja, tetapi juga diturunkan di Touring, Rally, Drag Race hingga drifting. Jadi mungkin mobil juga ikut capek,” papar Aria sambil tertawa.

Dan untuk persiapan tahun depan, Aria akan membenahi mobilnya pada sekotr kaki-kaki. Hal ini diakuinya, suspensi yang dipakai pada mobilnya saat masih turun di Kelas 3000 Master. Karena itu, ia akan menyesuaikan kondisi suspensinya dengan balapan ETCC 3000 Pro.

Menyinggung soal ETCC, Aria mencoba memberi masukan kepada pengelola ETCC, agar menghadirkan kembali Kelas Promosi yang sempat dihapus pada tahun 2022 ini. “Dengan dibukanya kelas promosi ini, mungkin dapat menarik pembalap-pembalap baru agar bisa tampil di Sirkuit Sentul dan membuat persaingan ETCC semakin berwarna,” pungkasnya.

 

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga