Berita Otomotif

Dampak Covid-19, Adira Finance Persiapkan Pameran Otomotif Virtual

Selama pandemi Covid-19, Adira Finance memberikan restrukturisasi kredit sebanyak 74,5 ribu kontrak

Jakarta, Autos.id  –  Semua sektor industry dan kegiatan ekonomi pasti terdampak besar akbiat dari pandemi Covid-19, tanpa terkecuali. Terlebih lagi di sektor pembiayaan otomotif seperti Adira Finance. Selama semester I di tahun 2020, Adira mengalami penurunan pembiayaan mobil baru  sebesar 51% atau menjadi Rp2,2 triliun.

Untuk segmen mobil baru komersial tercatat mengalami penurunan sebesar 47% menjadi Rp 1,1 triliun, sementara segmen mobil baru penumpang turun 53% y/y menjadi Rp 1,1 triliun. “Sedangkan untuk segmen pembiayaan baru pada sepeda motor baru di Semester I-2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 47% y/y menjadi Rp 3,8 triliun,” jelas I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance saat konferensi pers Virtual di Jakarta, hari ini (Selasa, 4/8).

Dari pembiayaan sepeda motor baru tersebut, Honda masih berkontribusi terbesar dengan komposisi sebesar 65% dari total pembiayaan sepeda motor baru, dikuti oleh Yamaha 29%, dan Kawasaki 4%.

Sementara itu, Presiden Direktur Adira Finance mengungkapkan, selama masa pandemi Covid-19, sejak bulan April 2020 lalu, Adira Finance telah memberikan bantuan kepada konsumen yang secara langsung terkena dampak pandemic Covid-19 dalam bentuk restrukturisasi kredit, hingga 30 Juni 2020. Sedangkan jumlah konsumen yang telah melakukan restrukturisasi sebesar 745 ribu kontrak atau sekitar Rp 17,4 triliun.,” paparnya.

Hafid mengaku, untuk mendukung masa new normal, Adira Finance telah melakukan inovasi pelayanan dengan menghadirkan aplikasi mobile/platform online seperti Adiraku, Momobil, dan Momotor agar konsumen dapat dapat dengan nyaman mengajukan pembiayaan untuk kebutuhan mereka.

 

“Di dalam indsutri pembiayaan, saat ini kami berhati-hati untuk meyalurkan pembiayaan, agar tidak mengalami penurunan yang signifikan lagi. Karena saat ini, pembiayaan kredit Adir turun sebesar 40%,” imbuhnya.

Dengan adanya pandemic Covid-19 ini, Adira Finance juga melakukan revisi target, sebelumnya di awal tahun lalu, Adira Finance menargetkan pembiayaan 4% lebih tinggi dari tahun sebelumnya atau sekitar Rp42 triliun, kini target sesuai aturan OJK pembiayaan baru 19-20 Triliun atau 45-50% lebih rendah dari tahun 2019 atau sekitar Rp19 triliun.

“Saat ini kami juga melakukan pengurangan interaksi antara konsumen dengan customer Adira Finance, dengan mempersiapkan pameran virtual, sehingga customer bisa melihat kendaraan yang dijual secara virtual. Dan juga booking test drive melalui online,” tutur Hafid.

Adapun untuk Pendapatan bunga bersih relatif flat menjadi Rp 3,6 triliun, menghasilkan margin bunga bersih sebesar 13,5%. Beban operasional tercatat tumbuh tipis sebesar 1% y/y menjadi Rp 3,9 triliun di Semester I-2020.

Untuk biaya kredit Adira Finance meningkat sebesar 22% y/y dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya serta adanya biaya kerugian atas restrukturisasi sebesar Rp 298 miliar sehingga membawa laba bersih menjadi Rp 597 miliar, turun sebesar 37% y/y. Per Juni 2020, rasio ROA dan ROE masing-masing tercatat sebesar 3,5% dan 16,0%.

Per posisi 30 Juni 2020, NPL mengalami kenaikan berada pada level 3,1% dibandingkan dengan tahun lalu, namun masih dalam batas yang terkendali. Kenaikan ini terjadi dikarenakan dampak dari pandemic Covid-19 pada kuartal II-2020.

Dari kiri – kanan : I Dewa Made Susila : Direktur Keuangan Adira Finance – Hafid Hadeli : PresDir Adira Finance dan Perry B. Slangor : Head Of Corsec & Investor Relation Adira Finance

“Pembiayaan bersama mewakili dari 44% dari piutang yang dikelola. Pada awal tahun 2020, kami memperoleh pinjaman sindikasi offshore sebesar US$ 300 juta. Pada Juli 2020, kami telah menerbitkan Obligasi PUB V dan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 senilai Rp 1,5 triliun dan menandatangani fasilitas stand by dari Bank MUFG sebesar US$ 280 juta,” tutup Dewa Made Susila.

 

 

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top