Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Pajak Mobil Listrik di Indonesia Bisa Nol Persen

Pemerintah sedang membahas pajak mobil listrik di Indonesia yang diharapkan bisa turun sampai nol persen untuk mendukung populasi mobil listrik di dalam negeri.

Jakarta, Autos.id – Pajak mobil listrik di Indonesia tengah dibahas oleh pemerintah. Pembahasan ini nantinya akan membuat skema baru untuk pajak kendaraan bermotor yang ada di negara ini.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang membahas skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.

“Saat ini lagi dibahas insentif untuk mobil listrik. Karena hampir disemua negara ada subsidi untuk mobil listrik. Tentunya hal itu akan mendorong penjualan mobil listrik di Indonesia, dan akan menciptakan era baru otomotif di Indonesia”

“Saat ini lagi dibahas insentif untuk mobil listrik. Karena hampir disemua negara ada subsidi untuk mobil listrik. Tentunya hal itu akan mendorong penjualan mobil listrik di Indonesia, dan akan menciptakan era baru otomotif di Indonesia,” papar Menteri di Jakarta, Senin (26/02/2017).

Lebih lanjut Airlangga menuturkan kalau pihaknya berupaya untuk membuat PPnBM kendaraan listrik jadi nol persen, dengan bea masuk sekitar 5%. “Tapi ini belum sampai tahap finalisasi. Mungkin akan selesai bulan ini. kalau sudah ada keputusan baru kita umumkan kepara pabrikan otomotif,” kata dia.

Ia juga berharap, Mitsubishi Motors yang saat ini memberikan 10 unit kendaraan listrik kepada Kementrian Perindustrian juga ikut berpartisipasi dalam pasar mobil listrik di dalam negeri ke depannya.

“Dan kalau bisa mereka kita dorong juga untuk produksi mobil listrik disini. Karena pemerintah juga sudha siapkan paket kebijakan bagi perusahaan yang melakukan ekspansi dengan memberikan subsidi atau pemotongan pajak bagi yang mempersiapkan kendaraan listrik,” tutup Airlangga.

Sementara untuk komponen mobil listrik, seperti baterai listrik dan motor listrik, ia mengakui kalau produsen komponen tersebut masih sangat sedikit. “Karena komponen ini baru ada di Jepang, Korea, dan Cina. Tapi kami berusaha untuk membuat produsen ini masuk ke Indonesia supaya biaya produksi mobil listrik semakin murah,” katanya.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Tips

Autos.id – Kamu pernah merasa jarak tempuh mobil listrik tiba-tiba berkurang drastis dibanding sebelumnya? Atau saat proses pengisian daya, indikator baterai terlihat tidak stabil...

Berita

Jakarta, Autos.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kebijakan insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai tetap berlaku. Insentif tersebut mencakup pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor...

Berita

Autos.id – Selama beberapa tahun terakhir, memiliki mobil listrik di Indonesia—khususnya di Jakarta—terasa jauh lebih ringan di kantong. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) nol rupiah,...

Berita

Autos.id – Perubahan lewah Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 sebenarnya bukan sekedar revisi administratif. Tapi, menunjukkan perubahan struktur insentif yang bakalan ganggu permintaan. Selama...