Berita Otomotif

Konsumsi BBM Subsidi Mulai Ditinggalkan Masyarakat

BBM Subsidi
Konsumsi BBM Non Subsidi Terus Melonjak

BBM subsidi perlahan-lahaan mulai ditinggalkan para pengguna kendaraan bermotor khususnya di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Jakarta, Autos.id – Pergeseran penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke BBM non subsidi mulai terasa di kota-kota besar, khususnya di Jakarta.

PT Pertamina Persero mencatat BBM subsidi perlahan lahan mulai ditinggalkan para pengguna kendaraan bermotor khususnya di wilayah Marketing Operation Region (MOR) III yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten.

Menurut Jumali, General Maneger PT Pertamina Persero Marketing Operation Region III, konsumsi Pertamax Series akan semakin meningkat dari waktu ke waktu apalagi menjelang datangnya musim mudik Lebaran 2016.

“BBM subsidi perlahan lahan mulai ditinggalkan para pengguna kendaraan bermotor khususnya di wilayah Marketing Operation Region (MOR) III yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten”

Diprediksi penggunaan Pertamax Series akan meningkat 30% pada bulan Mei hingga Juli 2016 karena bertepatan dengan libur sekolah, dan mudik di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten saat Lebaran.

Dari kajian yang dilakukan Pertamina selama periode ini, konsumsi Gasoline akan naik sementara untuk bahan bakar Diesel akan mengalami penurunan. Data kajian Pertamina menunjukan konsumsi Perta Group akan semakin melonjak.

BBM Subsidi

Masyarakat Makin Lirik Pertamax Series

Pertamax diperkirakan akan naik 28% dari rata-rata harian normal 4.800 Kilo Liter (KL) menjadi 6.246 KL. Pertalite akan naik 36% dari rata-rata harian normal 3.160 KL menjadi 4.328 KL. Dan Premium naik 3% dari rata-rata harian normal 17.600 KL menjadi 18.157 KL.

“Untuk Perta Group akan terjadi kenaikan signifikan karena saat ini masyarakat sudah mulai beralih dari Premium karena perbedaan kualitas dan selisih harga dengan premium sangat tipis,” terang Jumali di Jakarta.

BBM Subsidi

Konsumsi Premium Terus Menurun

Sementara untuk Solar, diperkirakan akan mengalami penurunan dan terserap 78% atau sekitar 6.708 KL dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 8.560 KL. Penurunan solar, terang Jumali selain pengguna mobil bermesin diesel sudah mulai beralih ke Pertadex juga disebabkan adanya pelarangan truk-truk beroperasi pada saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada BBM non subsidi Perta Group yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite, diharapkan Jumali akan memberi keuntungan bagi konsumen dalam perawatan kendaraannya.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top