Wuling Motors (Wuling) menggelar media drive lanjutan Wuling Eksion bertajuk ‘Exploring Family Journeys’ (8–10/6). Menggunakan 9 unit Wuling Eksion PHEV tipe EX, gelombang kedua test drive memulai perjalanan dari Morazen Yogyakarta menuju Jakarta menyusuri pesisir Selatan Jawa.
Tim Autos berkesempatan pertama kali berada di balik kemudi untuk etape pertama dari Yogkakarta menuju Pangandaran. Selanjutnya iring-iringan akan menempuh rute Pangandaran – Bandung di hari kedua. Ditutup rute Bandung ke Jakarta yang menjadi etape terakhir dengan total jarak tempuh sejauh 592 km.

Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors
“Media drive gelombang kedua ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi perjalanan keluarga yang menyenangkan melalui berbagai karakter jalan yang dilalui di sepanjang pesisir selatan Jawa,” buka Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.
“Dengan rute yang menghadirkan kombinasi jalur perkotaan, lintas selatan Jawa, hingga jalan tol antarkota, peserta dapat merasakan langsung bagaimana Wuling Eksion mendukung berbagai kebutuhan perjalanan keluarga melalui kenyamanan kabin, ruang penyimpanan yang fleksibel, serta beragam fitur yang menunjang perjalanan jarak jauh,” tambahnya.
Rasa Berkendara Wuling Eksion PHEV Meyakinkan

Wuling Eksion PHEV tipe EV dijual mulai Rp 499 juta
Sebelum lebih jauh mengulas impresi berkendaranya, Wuling Eksion merupakan SUV 7-seater yang menawarkan 2 pilihan teknologi elektrifikasi. Ada Wuling Eksion EV atau versi Listrik Murni dan ada pula Wuling Eksion PHEV atau model Plug-in Hybrid.
Masuk di kelas Medium SUV, mobil ini menurut saya memiliki dimensi yang pas. Panjangnya 4.745 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.755 mm. Desain luarnya menawarkan satu hal berbeda dari mobil Wuling lainnya. Nampak berkarakter mengedepankan muscular flowline dibubuhi grill hitam glossy serta desain headlamp berbentuk X bikin tampilannya gagah, mewah dan khas.
Namun meski terlihat macho, duduk di balik kemudi ternyata sangat nyaman. Jok pengendara dan penumpang depan terasa empuk dan sudah dilengkapi pengaturan elektris. Mudah untuk mendapatkan posisi berkendara yang ergonomis karena ruang pandangnya dari kaca dpatkaepan yang luas.

Posisi duduk ergonomis
Meski beberapa pengaturan seperti pilihan Energy Flow, mode berkendara, regenerative braking masih sepenuhnya diatur via layar. Wuling masih menyediakan beberapa tombol fisik fungsional seperti embusan AC dan arahnya yang bisa diatur karena jujur AC mobil ini dingin banget, hehehe…
Langsung aja ngegas, pilihan pertama Energy Flow, saya pilih EV First. Yups mobil ini mengusung Link Power Hybrid System yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Masih terdapat beberapa tombol fisik di dasbor
Mesin bensin Wuling Eksion PHEV pakai unit 1.498cc 4 silinder dikombinasi motor listrik dengan kapasitas baterai 20,5 kWh. Walau bobot mobil cukup bongsor nyaris 1,8 ton, yang saya rasakan tarikannya begitu optimal dan tarasa halus.
Faktanya saat kick-down di jalan sepi ketika kita membuka pedal gas lebih dalam di atas 100 km/jam, intrusi mesin bensin akan hadir tanpa dikomando untuk memberi dorongan tenaga ekstra. Tapi jika jalan konstan santai di mode EV First dengan prioritas energi listrik murni mampu melajukan mobil hingga 125 km.
Kombinasi jalan melintasi jalur pesisir selatan Jawa memang menyuguhkan kombinasi panorama alam dan garis pantai indah membentang di sepanjang rute. Meski di beberapa titik medan jalan terasa bumpy, bantingan suspensi Wuling Eksion EV masih terasa empuk.

Kontur jalan berkelok bikin tes kali ini terasa menyenangkan
Enggak cuma itu pada beberapa ruas jalan berkelok dan terasa sempit masih mudah ditaklukan karena handling Eksion PHEV surprisingly juga cukup ‘nurut’. Yups perjalanan masih akan berlanjut, nanti kami akan ulas juga bagaimana rasanya duduk di kabin baris kedua mobil ini.
Demikianlah ulasan terkait impresi berkendara Wuling Eksion PHEV. Pantau terus berita otomotif terkini dan tips otomotif lainnya di autos.id.
