Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Bawa Mantan Pejabat FIA ke Tim, Renault Balas Kritikan

Pihak Renault balas kritikan setelah membawa mantan kepala teknis FIA, Marcin Budkowski, ke timnya.

Prancis, autos.id Pimpinan tim Renault, Cyril Abiteboul, mengatakan bahwa timnya tidak berada di Formula 1 “untuk berteman” di tengah kritik dari mantan kepala teknis FIA Marcin Budkowski.

Pabrikan mobil Prancis mendapat kecaman dari tim lain setelah diketahui bahwa mereka mendapatkan Budkowski, yang memiliki pengetahuan istimewa setelah bekerja dengan badan pemerintahan.

Meski tidak bisa memastikan penandatanganan Budkowski, Abiteboul telah memperjelas bahwa timnya “diserang” karena merebut staf ahli demi bersaing di kompetisi masa depan.

“Kami ingin menjadi salah satu tim papan atas pada tahun 2020,” kata Abiteboul kepada Sky (5/10/2017).

“Ini adalah salah satu langkah besar, tapi mengingat kami tahu apa yang perlu dilakukan, jika Anda melihat celah satu detik antara tim tengah dan tim papan atas, ini adalah lompatan besar.

“Dan itulah sebabnya kami perlu bersikap agresif terhadap apa yang kami lakukan di sana pada tahun 2020. Kami memiliki tujuan besar dan keinginan besar, jelas ini adalah jalan yang harus diberlakukan dan kami masih memiliki target lain untuk menambah kualitas secara tim.”

Dia menambahkan: “Dalam olahraga ini tidak ada yang namanya berteman. Jelas ada cara untuk melakukan sesuatu, dan apapun yang kami lakukan dalam hal rekrutmen – tanpa Marcin – kami perlu tumbuh, dan Enstone membutuhkan pertumbuhan.

“Saat kami mengambil tempat itu, jumlahnya adalah 475 orang, dan sekarang naik sampai 620 orang. Tidak ada rahasia bahwa orang-orang itu perlu datang dari suatu tempat, dan kami harus mengejar beberapa tim lain.”

Namun, terlepas dari kontroversi mengenai penandatanganan Budkowski, Abiteboul menegaskan timnya tidak akan melakukan apapun yang dapat melanggar peraturan atau hak IP tim lawan.

Marcin Budkowski

“Renault memiliki track record yang sangat jelas karena sangat fair dan loyal,” tambah Abiteboul. “Jadi apapun yang akan kami lakukan, kami akan memastikan bahwa hal itu dilakukan dengan cara yang sangat adil bagi para pesaing.

“Kami tetap profesional dan hanya mencoba mendapatkan yang terbaik, hal ini cukup jelas bahwa kami ingin menjaga kualitas dalam perlombaan.”

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Geely

Produk mobil kerjasama antara Renault dan Geely berjenis SUV Hybrid ini akan berada di segmen pasar kelas atas yang memang menyasar pasar premium. Autos.id...

Mobil

Renault mencoba pindah ke segmen kendaraan e-komersial beberapa tahun yang lalu. Autos.id – Kendaraan komersial tanpa emisi terbesar Renault adalah Master E-Tech, yang memamerkan...

Balap

  FIA mengeluarkan petunjuk teknis dengan kode TD039 kemarin sore (16/06/2022) yang terkait fenomena porpoising yang diklaim berdampak pada kondisi fisik pembalap Formula 1....

Mobil

Kokpit cerdas ini akan banyak memanfaatkan teknologi yang berbasis dari kecerdasan buatan yang banyak ditemukan di teknologi smartphone. Autos.id – Teknologi pada kendaraan listrik...