Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Pentingnya Mengganti Minyak Rem Tiap 20 Ribu Km Sekali

Gunakanlah minyak rem yang spesifikasinya sesuai dengan kendaraan kita

Tak ada yang menampik kalau rem adalah komponen mobil yang mempunyai peranan yang sangat penting. Agar kinerjanya selalu optimal, jelas kita tidak boleh lalai dalam perawatannya.

Jakarta, Autos.id – Keselamatan berkendara juga bergantung dengan bagaimana kondisi rem mobil kita. Semakin baik kinerjanya, maka makin pakem pula pengeremannya, sehingga wakti berhenti pun jadi makin cepat dan dekat.

Untuk membuat rem selalu pakem, tentu perawatannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain harus diperlakukan dengan benar, kita juga harus rajin memperhatikan beberapa komponen penting pada rem mobil.

Salah satu komponen rem mobil yang harus mendapat perhatian lebih adalah minyak rem. Karena banyaknya volume minyak rem sangat berpengaruh terhadap kinerja rem.

Selain volume, usia pakai minyak rem juga berpengaruh terhadap performa pengereman. Makanya, jika sudah waktunya, wajib hukumnya untuk segera mengganti minyak rem. Jika terlambat, bukan tidak mungkin kalau Anda akan menemui bahaya di jalan.

Bicara soal penggantian minyak rem. Ternyata penggantiannya wajib dilakukan setiap 20.000 km sekali. Penggantian minyak rem tiap 20.000 km sekali bertujuan untuk mencegah penggumpalan minyak rem yang telah teroksidasi atau kadaluwarsa.

Kondisi minyak rem sangat mempengaruhi performa pengereman

Minyak rem yang rusak dapat menyebabkan penyumbatan sistem hidraulis rem. Salah satu penyebab utama rusaknya minyak rem adalah air. Pabrikan telah bekerja maksimal untuk mencegah minyak rem terkontaminasi air.

Namun, tetap saja ada celah untuk masuknya air yang menyebabkan minyak rem jadi rusak. Contohnya air saat mencuci mobil masuk melalui lubang pernafasan di tempat pengisian minyak rem.

Kedua, di dalam tabung minyak rem terdapat ruang udara. Akibatnya saat panas di sana dapat timbul uap air. Saat dingin, uap air yang tidak keluar dari lubang pernafasan akan turun dan mengendap di bawah minyak rem.

Dalam jangka panjang, air ini dapat merusak sifat kimia minyak rem. Air juga bisa menyebabkan karat pada pipa penyalur minyak rem yang berbahan dasar besi. Serbuk karat dapat menyumbat saluran minyak rem dan dapat menyebabkan sil di master rem aus.

Baca juga: Saat Macet, Seluruh Komponen Ini Akan Bekerja Keras

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Reviews

Suzuki dobrak pasar mobil elektrfifikasi pertama dengan harga kompetitif Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Jumat, 10/6) di Mall Kelapa Gading 3, PT Suzuki Indomobil...

Komparasi

Kedua pabrikan eropa ini telah meluncur beberapa waktu lalu, namun tak ada salahnya, Autos.id mencoba membandingkan keduanya, antara Aston Martin DB11 vs Porsche 911...

Komparasi

Kedua motor naked beda pabrikan ini sudah meluncur beberapa waktu yang lalu, namun tidak ada salahnya Autos.id mencoba untuk membandingkan keduanya Jakarta, Autos.id  – ...

Reviews

Forester dibangun dari Subaru Global Platform, meningkatkan keamanan & kenyamanan Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Rabu, 18/5), Subaru Corporation Japan dan PT Plaza Auto...

error: Content is protected !!