Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Ingat! Lampu Hazard Bukan untuk Jalan Lurus di Persimpangan

Ada banyak kesalahpahaman yang dilakukan oleh pengguna jalan dalam berlalu lintas yang bisa berbahaya bagi orang banyak. Salah satunya adalah fungsi dari lampu hazard. Sangat berbahaya sekali menggunakan lampu ini tidak sesuai fungsi, apalagi demi memuaskan ego untuk bisa melaju lurus di persimpangan jalan. Banyak ditemukan mobil menyalakan lampu hazard untuk berjalan lurus di perempatan atau pertigaan yang tidak dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau disebut juga lampu merah. Budaya yang tidak jelas dari mana asalnya ini terjadi karena kesalahan dalam penerapan operasional.

“Ada operasional kendaraan yang benar dalam pemahaman keselamatan,” ujar Sony Susmana, Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Dia menambahkan bahwa pengendara tidak boleh hanya sekedar mendengar ucapan orang lain, apalagi saran pengendara lain belum tentu benar dan aman. Lampu hazard ini berbahaya karena bisa membingungkan pengguna kendaraan lain. Tidak ada petunjuk yang jelas bisa menimbulkan tindakan yang berbahaya, entah dari pengemudi yang menggunakan lampu hazard itu sendiri, maupun dari pengemudi lain. Apalagi di jalan raya setiap detik bisa menentukan hidup-mati seseorang, membuat sedikit saja kesalahan bisa fatal.

“Harus ada komunikasi di perempatan,” tambah Sony. Menurutnya, ini dikarenakan perempatan adalah tempat bertemunya kendaraan dari berbagai arah. Fitur di kendaraan seperti lampu indicator adalah bentuk komunikasi yang bisa membuat keamanan di jalan tetap terjaga tanpa ada korban yang dirugikan, apalagi sampai memakan korban jiwa. Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), juga ikut berkomentar. Dia berujar bahwa kendaraan yang sedang bergerak tidak diperbolehkan menyalakan lampu hazard. Pengguna jalan diperbolehkan menggunakan lampu hazard hanya di saat mogok atau berhenti di pinggir jalan.

Kesadaran pengendara kendaraan benar-benar diharapkan, karena semakin hari, lalu lintas jadi semakin ramai yang artinya resiko berkendara juga semakin meningkat. Berdasarkan data dari Kompas, angka kecelakaan lalu lintas meningkat tiga persen pada tahun 2019 dengan total 107.500 kasus. Dari angka tersebut, faktor kesalahan manusia adalah penyebab paling umum. [cel/ech]

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Mobil

Penggunaan lampu Hazard yang benar dan di waktu yang tepat tentu akan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang di sebabkan oleh lampu Hazard ini. Autos.id...

Daftar Harga Mobil

MINI merupakan merek otomotif asal Inggris yang dimiliki oleh BMW dan menargetkan pasar mobil kecil. Autos.id – MINI adalah merek mobil yang terkenal dan...

Daftar Harga Mobil

Tahun 2023 sudah memasuki bulan ke-2 alias Februari, lalu ada perubahan harga model apa saja dari merek Mercedes Benz? Autos.id – Mercedes Benz adalah...

Berita Otomotif

Honda menerapkan penggunakaan teknologi Virtual Reality (VR) untuk mengembangkan setiap mobil di pasar AS. Autos.id – Honda memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) canggih dalam...