Last updated on 12 August, 2026
PT Sokonindo Automobile menyipkan kuda-kuda untuk bertransformasi lebih cepat di pasar otomotif Tanah Air. Tidak sekadar merilis harga DFSK E5 Plus di GIIAS 2026, mereka juga tengah fokus untuk rebranding. Langkah maju untuk bersaing menjadi merek otomotif yang bisa diperhitungkan termasuk di segmen kendaraan penumpang.
Didorong kemunculan E5 Plus yang sempat bikin heboh dengan biaya pre-booking cuma Rp 5.000. SUV PHEV ini tercatat membukukan 1.100 pre-book dan menjadi backbone dalam menghadirkan mobilitas komprehensif bagi konsumen Indonesia.
“Rencana kami akan melakukan serah terima unit DFSK E5 Plus pada September hingga Oktober 2026, bertepatan dengan dimulainya pengiriman batch pertama kepada konsumen setia DFSK,” buka Doni Putra Okten Pratama selaku Head of Sales PT Sokonindo Automobile.

Pengiriman perdana E5 Plus akan dilakukan bulan September
Yang menarik, para konsumen E5 Plus nantinya akan diajak mengunjungi langsung pabrik DFSK di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Konsumen dapat melihat secara langsung bagaimana SUV PHEV pertama DFSK tersebut dirakit secara lokal. Juga untuk mengenal lebih dekat fasilitas manufaktur ini secara utuh.
Pabrik DFSK Cikande sendiri merupakan salah satu fasilitas manufaktur otomotif canggih di Indonesia mengusung konsep Industri 4.0. Dioperasikan oleh PT Sokonindo Automobile sejak November 2017, pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 20 hektar dan dipastikan akan menjadi basis produksi untuk DFSK E5 Plus.

Saat ini kabin DFSK E5 Plus hanya tersedia dalam opsi warna hitam
“Betul, kita harap DFSK E5 Plus akan menjadi backbone di (segmen) passenger. Sementara kalau backbone di komersial, kita masih ada Super Cab dan Gelora E,” ujar Doni lebih lanjut.
Nilai jual utama DFSK E5 Plus adalah kapasitas baterai sebesar 25 kWh. Hal ini membuat E5 Plus bisa menempuh 140 km pada model EV murni bahkan diklaim siap melaju hingga 1.400 km dalam kondisi tangki dan baterai terisi penuh.

Mesin DFSK E5 Plus
Mobil ini juga memiliki kabin lapang untuk 6 orang penumpang dan didukung fitur keselamatan ADAS Level 2, serta teknologi V2L (Vehicle-to-Load).
Sederet keunggulan ini bahkan diklaim sudah dikawal ketersedian spare part lengkap. Mulai spare part fast moving seperti oli hingga part modifikasi OEM seperti pengaplikasian tenda, pelek, dan jok.
Memperkuat Brand Image
Doni juga mengakui jika saat ini DFSK akan melakukan langkah radikal dalam upaya memperkuat kembali citra merek DFSK di Indonesia. Terlebih dengan kehadiran E5 Plus di segmen kendaraan penumpang yang notabene akan berbeda cara pendekatannya dengan konsumen komersial atau fleet.
“Jadi yang tadinya kita main di segmen harga Rp 100-300 jutaan, kita sekarang main di segmen Rp 400-500 juta. Ini cara menghandle customernya akan benar-benar berbeda karena yang kita butuhkan sekarang adalah kita bisa lebih dekat dengan konsumen jadi customer engagement yang akan kita tingkatkan,” urai Doni terkait strategi marketing khusus di segmen kendaraan penumpang.

Jamin ketersediaan spare part
Doni juga meyakinkan jika dalam upaya untuk menajamkan citra kendaraan penumpang DFSK nantinya juga akan dibarengi dengan langkah penyempurnaan pada seluruh showroom DFSK. Bahkan yang tersebar hingga ke Sorong dan Manokwari, Papua Barat.
“Untuk membangun brand image DFSK, kita akan melakukan pendekatan persuasif ke konsumen. Baik itu sales, marketing, ataupun after sales. Kita harus benar-benar satu lini, satu tujuan buat menjaga kepuasan pelanggan. Sejalan dengan tagline after sales kita itu cepat, tepat, dan profesional,” tukas Doni lagi.
“Jadi selain kita meng-grab dealer 3S, sales service per part, ada authorized workshop. Kita juga akan membuat service point sehingga langkah untuk meningkatkan brand image, kita juga meningkatkan layanan purna jual. Jadi kalau purna jual kita kuat, konsumen pasti bakal percaya dan beberapa investor dealer pasti juga akan berdatangan,” urainya lebih jauh.

Salah satu opsi velg untuk DFSK E5 Plus
Pada kesempatan yang sama Doni juga turut memberikan informasi perihal perkembangan brand Seres. Nama satu ini seringkali disebut sabagai afiliasi merek tambahan yang bersinergi dengan DFSK.
“Tadinya kita dari DFSK ke Seres. Lalu Seres karena dia IPO di beberapa negara ya namanya tidak lagi digunakan untuk brand melainkan Seres adalah nama grup kita, Seres Group. Jadi Seres Group itu akan ada DFSK, Aiva dan Aito. Sehingga untuk E1 nantinya akan masuk ke dalam line up, DFSK E1,” beber Doni.
So….dengan membangun kepastian lewat edukasi teknologi elektrifikasi, pemberian garansi panjang, serta penguatan jaringan purna jual. DFSK sudah selangkah lebih cepat untuk menghapus keraguan masyarakat dalam dalam memilih model elektrifikasi mereka kedepannya.

