Autos.id – Toyota memperkenalkan konsep kendaraan listrik personal terbaru bernama Land Hopper. Bukan mobil atau motor konvensional, kendaraan ini hadir sebagai electric mobility compact dengan tiga roda yang dirancang untuk mendukung aktivitas outdoor hingga mobilitas jarak pendek.
Toyota Land Hopper bisa dilipat hingga cukup ringkas untuk dibawa di bagasi mobil seperti Land Cruiser. Toyota bahkan menyebut Land Hopper dirancang untuk menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan besar, terutama jalur trail ringan, kawasan wisata, hingga medan off-road ringan.
Secara desain, Land Hopper tampil futuristis dengan perpaduan gaya skuter listrik dan leaning trike. Meski ukurannya kecil, Toyota tetap membawa filosofi petualangan khas Land Cruiser ke kendaraan ini.

(sumber: Toyota)
Toyota menyebut Land Hopper sebagai bagian dari konsep “last mile mobility”, yakni kendaraan pendamping untuk melanjutkan perjalanan setelah pengguna memarkir mobil utama mereka.
Salah satu teknologi utama Land Hopper ada pada konfigurasi dua roda depan dengan mekanisme leaning. Sistem ini memungkinkan bagian depan ikut miring saat bermanuver, mirip seperti motor, sambil menjaga stabilitas lebih baik dibanding kendaraan roda dua biasa.
Toyota juga merancang roda depan agar dapat bergerak independen ketika melintasi permukaan tidak rata. Pendekatan ini membuat Land Hopper tetap lincah digunakan di jalur sempit maupun area outdoor.
Menurut Toyota, karakter berkendaranya dibuat lebih intuitif dan mudah dikendalikan, termasuk untuk pengguna yang belum terbiasa mengendarai motor.

(sumber: Toyota)
Keunggulan lain Land Hopper ada pada dimensinya yang sangat ringkas. Dalam kondisi normal, kendaraan ini memiliki panjang 1.370 mm, lebar 590 mm, dan tinggi 990 mm.
Saat dilipat, panjangnya menyusut menjadi 680 mm dengan lebar 450 mm. Ukuran tersebut memungkinkan Land Hopper dibawa di bagasi kendaraan untuk kebutuhan touring maupun aktivitas outdoor.
Toyota membayangkan pengguna bisa membawa Land Hopper saat camping, menjelajah area wisata, atau digunakan sebagai kendaraan mobilitas pendek setelah tiba di destinasi.
Kendaraan listrik ini juga hanya dirancang untuk satu penumpang, dengan fokus pada mobilitas personal dan kemudahan penggunaan.
Toyota menyebut Land Hopper tidak dirancang untuk menggantikan mobil, melainkan menjadi kendaraan pendamping untuk memperluas fleksibilitas mobilitas pengguna.
Selain cocok digunakan di area wisata dan jalur trail ringan, konsep ini juga diproyeksikan membantu pengguna usia lanjut atau mereka yang tidak lagi menggunakan kendaraan besar untuk aktivitas harian.
Di Jepang, Land Hopper masuk kategori specified small motorized bicycle berdasarkan revisi aturan lalu lintas terbaru. Artinya, kendaraan ini dapat digunakan tanpa SIM konvensional oleh pengguna berusia 16 tahun ke atas.
Saat ini Toyota Land Hopper masih berstatus prototype dan dijadwalkan mulai dipasarkan pada musim semi 2027.
Meski belum ada informasi soal harga, kapasitas baterai, maupun jarak tempuh, kehadiran Land Hopper menunjukkan Toyota mulai serius mengembangkan ekosistem micro mobility listrik.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
