Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Kenapa Disebut Mobil Cumi-cumi Darat? Apa Efeknya Pada Mesin Diesel?

mobil cumi darat

Last updated on 27 Mei, 2024

Autos.id – Pernah dengar istilah mobil “cumi-cumi darat?” Kenapa disebut “cumi darat?” Apakah mereka bawa cumi-cumi di dalam mobilnya? Bukan ya. “Cumi darat” adalah istilah dalam bahasa gaul untuk mobil diesel yang mengeluarkan asap hitam pekat dari knalpot. Hal ini dikarenakan pemiliknya memang melakukan modifikasi, atau bisa juga karena mereka yang tidak merawat kendaraan itu dengan baik.

Mobil yang sering dimodifikasi cumi darat contohnya Toyota Fortuner, Kijang Innova Diesel, atau Mitsubishi Pajero Sport. Meski sebenarnya semua mobil diesel bisa-bisa saja dimodif seperti ini.

Belakangan ini, para pemilik mobil diesel sedang ramai melakukan tren modifikasi ini. Bahkan ada bengkel spesialis “cumi-cumi darat”. Memang, mobil yang telah mengalami modifikasi “cumi-cumi darat” akan mengalami peningkatan menjadi lebih kuat dan bertenaga.

Untuk lebih jelasnya, mari simak dalam pembahasan berikut ini!.

Bagaimana Cara Modifikasi Cumi-Cumi Darat?

cumi darat

asap “cumi darat” mobil diesel (sumber: otoseken)

Secara teknis, kecocokan rasio antara bahan bakar solar dan udara adalah penyebab utama asap hitam tebal yang keluar dari knalpot mesin diesel. Hal ini biasa disebut dengan rolling coal, di mana mesin diesel kendaraan menghisap bahan bakar lebih dari yang bisa dibakar.

baca artikel menarik lain tentang cumi cumi darat

Dengan kata lain, sebagian besar bahan bakar solar tidak terbakar seluruhnya. Akibatnya, asap hitam tebal keluar dari knalpot seperti cumi-cumi yang menyemburkan tinta hitam.

Baca juga: Toyota Fortuner VRZ: Varian, Spesifikasi, dan Harganya

Apa Efeknya Jika Mobil Diesel Dimodif Seperti Ini?

Efek yang akan timbul adalah emisi mesin kendaraan tersebut. Bahasa kasarnya adalah “polusi”. Asap hitam pekat seperti ini bisa membahayakan pengemudi lain karena tertutupnya pandangan terhadap jalanan.

Bagi pengemudi mobil mungkin hanya akan tertutup pandangannya, tapi efek “cumi-cumi darat” ini bisa sangat berbahaya bila yang di belakangnya adalah pengendara motor. Mereka secara langsung akan menghirup udara beracun.

Selain mengganggu pengguna jalan lain, efek lainnya akan berdampak pada sistem injeksi bahan bakar kendaraan “cumi-cumi darat” tersebut. Pembakaran yang tidak sempurna otomatis akan berpengaruh pada sistem injeksi. Jika injektor bahan bakar tidak berfungsi dengan baik, misalnya mengalami penyumbatan atau keausan, maka aliran bahan bakar yang tidak tepat akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna dan asap hitam.

Selain menjadi masalah lingkungan karena pencemaran udara, partikel karbon ini juga dapat mengakibatkan penumpukan pada komponen mesin, seperti katup dan saluran knalpot, yang pada gilirannya dapat mengganggu kinerja mesin kendaraan tersebut. Dalam jangka panjang, modifikasi mobil “cumi darat” akan merugikan pemilik kendaraannya sendiri karena merusak komponen mesin secara perlahan.

Jadi, daripada membahayakan orang lain dan berisiko merusak kendaraan sendiri, sebaiknya modifikasi seperti ini dihindari, dan jadilah pengendara yang bijak.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Bio Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex untuk Mesin Diesel

Sumber: Berbagai Sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Berita Otomotif

Last updated on 5 Juni, 2024 Meskipun kalah popularitas, mobil bermesin diesel masih dijual di pasaran dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Autos.id – Di...

Tips

Last updated on 5 Juni, 2024 Semakin hari, mesin diesel selalu mengalami perkembangan yang membuatnya jadi kian canggih. Kecanggihannya itulah yang membuat kita harus...

Mobil

Penelitian terbaru di Eropa ternyata menunjukkan jika pengemudi disana lebih memilih mobil bermesin bensin atau diesel dibanding mobil listrik. Mereka juga belum bisa menerima...

error: Content is protected !!