Autos.id – BAIC Indonesia, di bawah naungan PT JIO Distribusi Indonesia, resmi mengumumkan strategi bisnis agresif untuk memperkokoh posisinya di pasar otomotif tanah air. Meski pasar otomotif nasional sempat mengalami kontraksi di tahun 2025, BAIC justru melihat peluang emas di segmen SUV dan kendaraan 4×4 yang tumbuh signifikan sebesar 27%.
Optimisme ini mendasari target ambisius perusahaan untuk tahun 2026. BAIC memproyeksikan lonjakan penjualan hingga hampir 200%, tepatnya sekitar 198% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lompatan Angka Penjualan

Pada tahun 2025, BAIC Indonesia mencatatkan angka penjualan retail sebanyak 677 unit. Memasuki tahun 2026, target tersebut dipatok naik drastis menjadi 2.018 unit. Strategi utama untuk mencapai angka ini adalah melalui ekspansi jaringan dealer yang masif serta peluncuran produk-produk terbaru yang relevan dengan minat konsumen Indonesia.
“Pertumbuhan yang kami targetkan pada 2026 merupakan bagian dari strategi ekspansi BAIC Indonesia yang lebih agresif untuk meneguhkan posisinya sebagai pemain serius di industri otomotif Indonesia,” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia.
Amunisi Baru BAIC Dari SUV Hybrid hingga EV Premium

BAIC tidak hanya mengandalkan model yang sudah ada seperti X55 II dan BJ40 Plus. Tahun 2026 akan menjadi tahun krusial dengan beberapa agenda penting:
- Produksi Lokal (CKD): BAIC berencana menghadirkan BJ30 HEV (Hybrid Electric Vehicle) dalam versi Completely Knocked Down (CKD) mulai tahun 2026. Langkah lokalisasi ini sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur (*hub*) untuk kawasan Asia Tenggara.
- Peluncuran Arcfox, BAIC akan memboyong sub-brand elektrik kelas atas, Arcfox, ke Indonesia. Produk pertamanya adalah Arcfox T1, sebuah Medium Hatchback Electric Vehicle yang akan bersaing langsung dengan pemain seperti BYD Dolphin dan Wuling Cloud EV.
- Hadirnya BAIC X1: Untuk segmen small hatchback EV*, BAIC juga menyiapkan model X1 untuk meramaikan persaingan dengan Wuling Binguo dan BYD Atto 1.
Perluasan Jaringan dan Layanan Purna Jual

Untuk mendukung target penjualan tersebut, BAIC menargetkan pengoperasian 28 dealer secara nasional pada akhir tahun 2026. Fokus awal akan diperkuat di wilayah Jabodetabek, dengan penambahan tujuh dealer baru hingga akhir tahun ini.
Selain infrastruktur, BAIC juga memperkuat kepercayaan pelanggan melalui program purna jual yang kompetitif, antara lain:
- Garansi kendaraan hingga 5 tahun.
- Gratis perawatan servis selama 4 tahun atau 80.000 km.
- Layanan *Emergency Roadside Assistance* gratis selama 5 tahun.
- Jaminan ketersediaan suku cadang asli hingga 90% di seluruh jaringan.
Dengan kombinasi produk yang beragam dan penguatan layanan. BAIC Indonesia optimistis dapat mencetak pertumbuhan eksponensial dan menjadi pemain kunci dalam transisi kendaraan energi baru di Indonesia.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
























