Balap

Teras Narang, Comeback ke Lintasan Balap Untuk Menguji Adrenalinnya

Setelah sempat turun di balap mobil tahunb 1973, pria murah senyum ini turun kembali untuk tampil dalapan ETCC 3000

Sentul, Autos.id  –  Berbekal pengalamannya balap mobil di Sirkuit Ancol pada tahun 1973 dan juga pengalamannya balapan motor di Banjarmasin, membuat Teras Narang tertantang untuk ambil bagian dalam ETCC 3000 yang digelar di Sirkuit Sentul, Bogor akhir pekan lalu.

“Balapan sudah menjadi hobi yang mendarah daging dalam tubuh saya. Ketika masih SMP saya sudah turun di balapan motor hingga ke Jakarta pada tahun 1970-an untuk turun di balapan Time Rally dan Speed Rally yang dilaksanakan di Ancol,” imbuh Teras yang pernah menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015.

Teras mengaku, sudah beberapa tahun dirinya vakum dalam dunia balap, sebelum tampil kembali di Seri 2 ETCC 3000 Kelas Rising Master. Karena dirinya tertantang untuk menguji kembali adrenalinnya yang pastinya membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

KONSENTRASI

“Semua konsentrasi ini hanya bisa kita dapatkan di dunia balap saja, untuk mengambil keputusan menginjak rem atau gas dan juga saat menghadapi tikungan. Saya melihat bila terlambat sedikit melakukan hal di atas pasti akan fatal akibatnya. Karena itu kita dapat melatih konsentrasi penuh dalam dunia balap,” papar pria berusia 64 tahun namun tetapi terlihat muda tersebut.

Pria yang sempat menjadi lawyer pada tahun 1981 ini memilih ETCC untuk comeback balapannya, karena dirinya diajak salah satu founder ETCC untuk turut ambil bagian. Terlebih lagi dalam ETCC, Teras Narang yang kini terpilih sebagai anggota DPD RI Periode 2019-2024 ini melihat persaudaraan dalam ETCC sangat erat.

“Meskipun para pembalap ETCC bersaing sangat ketat dilintasan, tetapi mereka sangat menjunjung tinggi sporitivitas dan juga tetapi menjaga rasa persaudaraan. Ini yang sangat saya suka, lawan di lintasan, tetapi tetap kawan di luar lintasan,” tukas kakek dari tiga cucu tersebut.

Teras berharap, ke depannya para pembalap-pembalap muda dapat mengikuti jejak dari pembalap senior yaitu tetap menjaga etika dan bertarung dengan sportifitas tinggi serta tetap menjaga persaudaran.

“Ada yang bilang balapan di ETCC sangat mahal, perlu diketahu, semua balapan di Indonesia pasti memakan biaya yang tinggi, namun semuanya tergantung dari diri kita sendiri bagaimana untuk me-manage biaya pengeluaran untuk balap. Apalagi saya melihat ETCC dapat dijadikan tempat penyaluran bagi perkembangan otomotif khususnya dunia balap,” pungkas Teras yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR Ri 1999–2004 dan terpilih lagi 2004 – 2009 (namun pada tahun 2005 terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005 -2015).

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Review Mobil & Motor, Komparasi, Harga, Komunitas, Modifikasi dan Berita Industri Otomotif Indonesia.
To Top