Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik di 2020

Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik di 2020
Kendaraan Listrik Telah Marak di Eropa

Last updated on 21 April, 2016

Jakarta, Autos.id – Jika di Eropa kendaraan bermesin listrik mulai meramai pasar otomotif, maka Indonesia baru bisa mencicipi kondisi tersebut pada 2020. Demikian diungkapkan Yan Sibarang Tandiele, Kasubdit Industri Komponen Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Menurutnya berdasarkan data Organisasi industri otomotif dunia, OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles), pada 2014 telah ada 2,7 juta unit kendaraan listrik yang terjual di seluruh dunia. Dan pertumbuhan kendaraan bermesin listrik hingga mencapai 10 juta unit secara global diperkirakan akan terjadi pada 2020.

Pengisian Baterai Listrik

Pengisian Baterai Listrik

Namun untuk Indonesia, kendaraan listrik baru akan dimulai pada empat tahun mendatang. “Saat ini pemerintah baru mengarahkan pada kendaraan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. “Karena itulah kami percepat keputusan peraturan tentang LCGC,” ucap Yan  dalam acara FORWOT Curhat Otomotif 2016 ‘Menuju Industri Otomotif Indonesia Semakin Hijau’, di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Sementara untuk kendaraan listrik, sebut dia, baru akan terjadi di 2020. Hal itu sejalan dengan road map perkembangan industri otomotif di Indonesia yang telah disusun oleh Kemenperin bersama dengan para pembuat kebijakan.

Kendaraan Listrik di Eropa Telah Marak

Kendaraan Listrik di Eropa Telah Marak

Dalam road map itu pada 2015 pemerintah masih menekankan tentang kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Sementara pada 2020 kendaraan hybrid dan listrik akan mulai diterapkan untuk medium sedan dan pengembangan signifikan teknologi hybrid engine. Baru di 2025 seluruh lineup model kendaraan di Indonesia direncanakan sudah mengaplikasi teknologi hybrid dan listrik baik untuk MPV, SUV, sedan, luxury car, dan komersial.

Saat ini, kata Yan, yang dilakukan Kemenperin dan pemerintah adalah terlebih dahulu mengedukasi kepada masyarakat tentang kendaraan listrik. “Awalnya kita izinkan impor kendaraan listrik tapi dibatasi, supaya masyarakat melihat wujud aslinya seperti apa kendaraan listrik. Baru jika masyarakat sudah paham tentang kendaraan listrik semua beralih ke listrik,” ucap Yan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Berita

Autos.id – Rencana pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik kembali mengalami penundaan. Setelah sebelumnya ditargetkan mulai berlaku pada Juli 2026, kebijakan tersebut kini diperkirakan...

Berita

Autos.id – Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kerja sama di sejumlah sektor strategis, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang saat ini menjadi salah...

Berita

PT PLN (Persero) Distribusi Unit Induk (UID) Jawa Timur telah resmi melakukan pengadaan 500 unit motor listrik Polytron FOX 350. Ratusan motor listrik ini...

Motor

Autos.id – Omoway resmi memulai debutnya di Indonesia dengan memperkenalkan motor listrik pintar Omo X. Indonesia menjadi pasar pertama yang dipilih perusahaan untuk peluncuran...