Autos.id-Jakarta. Agenda otomotif bertajuk, The Legend Continues, sang mentor Rifat Sungkar memulai perjalanan panjang dalam membentuk El Mayka sebagai pembalap masa depan. Program ini bukan sekadar pelatihan balap, melainkan roadmap pembinaan karakter, mental, disiplin, serta nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi fondasi keluarga Sungkar di dunia motorsport. Dalam perjalanan ini, program mendapat dukungan dari Telkomsel 5G untuk memastikan proses latihan berjalan dengan optimal.
“Tidak ada yang instan dan jangan pernah lelah,” tutur Rifat Sungkar menyemangati El Mayka sang anak yang mulai menekuni dunia Sprint Rally.
Lanjutnya, “The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat Sungkar.

Rifat yang terlahir didunia dan genetika pembalap menyadari betul potensi anaknya. “Dalam dunia balap komunikasi itu cukup penting dalam hal paling kecil sekalipun. Terutama komunikasi pada tim, manajer, mekanik, terutama dalam memahami mobil. Dengan kehadiran El Mayka Sungkar sebagai generasi ke-3 dari keluarga Sungkar, spek mobil dari varian classic R3 dengan rear wheel drive dibawah 2000 cc dengan teknologi pengkabutan karburator. Pilihan mobil tersebut guna memberikan efek rally seperti sliding kanan dan kiri saat belokan. Dan paling penting adalah review menggunakan materi video, sebagai bahan pembelajaran El-Mayka dan dalam kondisi fresh after rally,” ungkap Rifat, menurutnya spesifikasi mobil yang dikembangkannya untuk spek Sprint Rally bisa mencapai 120km/jam.
Perihal penting dari setiap stage yang sudah dilewatin, dengan navigator Redwan yang selalu available di dalam sirkuit. Sementara kami adalah tim pembina, setiap hari selesai, video onboard diambil filenya. “Analisa sebelum balap itu penting, saat itu kita selalu pegang pensil. Namun saat review setelah balap, kita gunakan spidol merah, untuk mengetahui wilayah yang harus dibenerin. Kami gunakan ritme untuk membaca manual book navigator, mudah dibaca dan tidak gampang ke distrack,” tambahnya.

Tahun 2025 lalu, Rifat balap dengan Redwan selaku navigator 2x dan El Mayka selaku pembalap 2x. “Speed mobil sprint rally itu 2 kali lebih kencang dari mobil biasa, namun dilengkapi dengan safety yang luar biasa. Seat Belt 6 titik, rollbar, baju balap, sepatu balap, dan suspensi balap serta bracket yang sudah sertifikat. Tingkat keamanan 4-5 kali lebih baik, dan risiko lebih kecil dari berjalan di jalan raya. Dunia balap adalah save environtment. Dengan G-Force yang tinggi dan kecepatan tinggi, memang bisa membuat sesak nafas dan pusing, disini memang harus diimbangi fisik yang kuat, maka El Mayka suka main sepak bola,” terang Rifat.
Kemenangan dalam dunia balap itu tidak bisa diprediksi, Rifat sendiri tidak menargetkan juara umum diakhir musim. Paling penting bagi El Mayka adalah beradaptasi dengan environment balap. “Saya ingin mentalnya siap, kemudian bisa menjadi anchor bagi umur sebayanya. End the end of the day, sosok El Mayka bisa connecting, berbagi, buka komunikasi sama semua pihak. Hal itu terlepas dari prestasinya,” tutup Rifat.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
