Autos.id – BMW mulai menunjukkan arah baru untuk Alpina lewat kemunculan Vision Alpina di ajang Concorso d’Eleganza Villa d’Este. Mobil konsep ini hadir sebagai grand tourer coupe 2+2 dengan desain mewah dan dimensi besar, sekaligus menjadi gambaran masa depan Alpina setelah resmi berada di bawah kendali penuh BMW.
Vision Alpina tampil dengan desain shark nose khas coupe Eropa klasik dan memiliki panjang sekitar 5,2 meter. Ukurannya bahkan setara dengan Rolls-Royce Wraith. Meski tidak akan diproduksi secara langsung, konsep ini menjadi bahasa desain baru Alpina untuk model-model masa depan.
BMW juga mulai memosisikan Alpina sebagai merek ultra-luxury yang berada di atas lini BMW reguler, namun tetap di bawah Rolls-Royce. Strategi ini membuat Alpina dipersiapkan untuk bersaing dengan Mercedes-Maybach hingga Range Rover di segmen mobil premium eksklusif.

(sumber: Autocar)
BMW tetap mempertahankan identitas khas Alpina yang sudah dibangun selama puluhan tahun. Maximilian Missoni selaku kepala desain BMW untuk lini luxury menyebut inspirasi utama Vision Alpina berasal dari Alpina B7 Turbo legendaris.
Beberapa detail ikonik masih dipertahankan, mulai dari velg multi-spoke, spoiler depan dengan tulisan Alpina, hingga quad exhaust di bagian belakang. BMW juga memberikan interpretasi baru pada garis Deko Set khas Alpina. Jika sebelumnya memakai decal, nantinya detail tersebut akan dilukis manual untuk memberikan kesan lebih eksklusif.
Masuk ke kabin, nuansa mewah langsung terasa lewat penggunaan kulit Lavalina, trim kayu open-pore, ambient lighting premium, hingga detail metal yang terinspirasi dari jam tangan mewah. Bahkan tersedia crystal glassware di area konsol belakang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

(sumber: BMW)
Di tengah tren elektrifikasi, Vision Alpina justru mempertahankan karakter mesin pembakaran internal. Konsep ini menggunakan konfigurasi V8 4,4-liter twin-turbo yang dipasang longitudinal di depan.
BMW memang belum mengungkap detail tenaga secara resmi, namun mesin tersebut disebut dikembangkan untuk menghadirkan keseimbangan antara performa dan kenyamanan khas Alpina, berbeda dari karakter agresif lini BMW M.
Selain itu, model produksi Alpina terbaru dipastikan tetap mempertahankan mode suspensi Comfort Plus yang selama ini menjadi ciri khas Alpina era Bovensiepen.

(sumber: Autocar)
CEO Alpina Oliver Viellechner menyebut volume produksi Alpina tidak akan berubah drastis dan tetap mempertahankan eksklusivitas dengan angka sekitar 2.500 unit per tahun.
Model produksi pertama era baru Alpina akan berbasis BMW 7 Series dan dijadwalkan meluncur pada 2027. Pengiriman perdana ke konsumen akan dimulai pada awal 2028.
Setelah itu, BMW X7 disebut menjadi kandidat model kedua yang akan mendapatkan sentuhan Alpina.
BMW juga mengonfirmasi tengah mempelajari kemungkinan menghadirkan Alpina listrik di masa depan. Meski begitu, fokus utama saat ini masih tetap pada model bermesin bensin dengan karakter grand tourer mewah dan eksklusif khas Alpina.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
