Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 Tonggak Menuju Pusat Industri Baterai Asia

The Battery Show Asia - Indonesia 2026
The Battery Show Asia - Indonesia 2026

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 siap digelar pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Event ini menjadi bagian dari rangkaian besar Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026.

Di tengah percepatan transisi energi global, posisi Indonesia dalam industri baterai dunia turut berpengaruh. Jika selama ini Indonesia dikenal sebagai pemasok bahan baku, hari ini arahnya berkembang. Indonesia dipandang mampu membangun ekosistem industri baterai dari hulu hingga hilir.

Setelah itu bukan sekadar memperkuat industri nasional, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik dan penyimpanan energi di Asia.

The Battery Show Asia – Indonesia 2026 edisi kedua diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan bagi seluruh rantai industri baterai. Kemudian mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai (BMS), energy storage system, battery recycling, hingga integrasi dan perluasan infrastruktur kendaraan listrik serta solusi energi terbarukan.

The Battery Show Asia - Indonesia jadi tempat pertemuan investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset

The Battery Show Asia – Indonesia jadi tempat pertemuan investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset

Indonesia Poros Penting Industri Baterai Dunia

Di Indonesia kini, baterai tidak lagi dipandang sekadar sebagai komponen pendukung, tetapi sudah menjadi fondasi penting dalam masa depan energi nasional. Kemudian didukung cadangan nikel yang mencapai sekitar 1,6 juta ton, serta meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS), Indonesia menjelma sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok baterai lithium-ion global.

Ditambah, pasar baterai Indonesia pada 2024 tercatat bernilai sekitar USD 1,45 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2030 dengan pertumbuhan mencapai 23,7 persen. Pasar BESS pun diperkirakan meningkat dari USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada 2032.

Untuk mendukung transisi energi ini, Presiden RI akan fokus pada percepatan program melalui target 100 Gigawatt pembangunan PLTS untuk mempercepat kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.

Lebih dari sekadar menampilkan teknologi terbaru, The Battery Show Asia – Indonesia juga menjadi tempat bertemunya investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset yang sama-sama melihat baterai sebagai bagian penting dari masa depan energi.

Rantai pasok baterai global mulai bergeser ke Asia Tenggara

Rantai pasok baterai global mulai bergeser ke Asia Tenggara

Nama penting seperti Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) dan National Battery Research Institute (NBRI) pun telah memastikan keterlibatan aktif mereka. Di sinilah diskusi tentang investasi, efisiensi produksi, keamanan baterai, hingga kesiapan sumber daya manusia akan berlangsung dalam konteks nyata.

Menurut Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, perkembangan industri baterai saat ini menunjukkan bahwa batas antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi semakin tipis.

“Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang baterai hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari strategi industri nasional. Dari kendaraan listrik, renewable energy, hingga sistem penyimpanan data untuk kebutuhan industri, semuanya membutuhkan ekosistem yang terhubung. Melalui The Battery Show Asia – Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seluruh rantai nilai tersebut agar kolaborasi, investasi, dan inovasi bisa tumbuh lebih cepat. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Bagi pelaku industri kendaraan listrik dan baterai, momentum ini bukan hanya soal peluang bisnis, tetapi juga kesempatan untuk masuk lebih awal ke pasar yang sedang tumbuh cepat. Ketika rantai pasok global mulai bergeser ke Asia Tenggara, keputusan untuk hadir bisa menjadi langkah penting dalam menentukan bisnis ke depan. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar EV yang menjanjikan, tetapi sedang membangun dirinya sebagai pusat produksi dan inovasi baterai di kawasan.

Event ini juga bakal diperkuat berbagai forum industri melalui seminar-seminar

Event ini juga bakal diperkuat berbagai forum industri melalui seminar-seminar

PT Kaltimex Energy Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam rangkaian pameran ini sejak 2003, melihat hadirnya The Battery Show Asia – Indonesia sebagai ruang yang tepat untuk memperluas koneksi sekaligus membaca arah perkembangan industri ke depan.

PT Sekisui Polymatech, perusahaan multinasional dengan produk terbaru thermal interface material, turut menyatakan semangatnya atas hadirnya pameran ini pada 2026.

“Kami ingin lebih jauh mengenalkan produk kami berupa komponen yang bisa digunakan untuk sektor otomotif dan elektronik sebagai bahan media transfer panas dari sumber panas ke pendingin. Inovasi ini tentu akan bisa diaplikasikan di banyak perusahaan B2B lain. Kami terkesan selama mengikuti pameran ini dan bisa mendapatkan banyak insight baru, melihat teknologi-teknologi baru yang ditampilkan, dan berkoneksi dengan pengunjung dari berbagai industri. Apalagi dengan partisipasi di The Battery Show Asia – Indonesia 2026 ini, kami berharap bisa bertemu exhibitor yang lebih bervariasi lagi dan mendapatkan lebih banyak manfaat dari platform ini,” papar perwakilan dari PT Sekisui Polymatech.

Selain area pameran, rangkaian acara ini juga akan diperkuat melalui berbagai forum industri melalui seminar-seminar yang akan diselenggarakan di TBSI Stage sepanjang pameran.

Lanjutan The Battery Show Asia di Hong Kong

Setelah sukses dengan penyelenggaraan The Battery Show Asia di Hong Kong pada 10-12 Maret 2026, The Battery Show Asia – Indonesia diharapkan juga bisa menjadi ruang diskusi strategis bagi kemajuan industri baterai nasional.

Pameran The Battery Show Asia di Hong Kong sendiri sukses mempertemukan 200 peserta pameran, memamerkan lebih dari 1.000 teknologi dan produk mutakhir, serta menarik lebih dari 15.000 pembeli profesional dari 103 negara. Dengan diadakannya berbagai forum strategis dan kehadiran berbagai peserta internasional, The Battery Show Asia – Indonesia diharapkan juga akan menjadi ruang diskusi strategis bagi kemajuan industri nasional yang terbarukan.

Pada akhirnya, transisi energi tidak hanya berbicara tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang membangun sistem industri baru yang mampu menopangnya. Dalam sistem itu, baterai menjadi salah satu elemen utama yang akan menentukan pertumbuhan industri ke depan.

Melalui The Battery Show Asia – Indonesia 2026, IEE Series menghadirkan ruang di mana masa depan industri baterai Indonesia tidak hanya dipamerkan, tetapi juga mulai dibangun bersama.

Demikianlah ulasan terkait The Battery Show Asia – Indonesia 2026 . Pantau terus berita otomotif terkini dan tips otomotif lainnya di autos.id.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga