Autos.id-Jakarta. Hino sebagai brand produsen Jepang yang sudah berinvestasi sejak tahun 1982 punya komitmen tinggi untuk kebutuhan dalam negeri dan potensi ekspor yang cukup besar. Sebagai bukti, kinerja total produksi Februari dan Maret 2026 saja Hino memproduksi sebanyak 1.668 (Feb) dan 1.234 (Mar).
Sementara Hino juga melakukan ekspor secara CBU sebanyak 30 unit (Feb) dan 20 unit (Mar). Meski angka belum maksimal, namun Hino menjadi 3 besar brand yang sudah mengekspor komponen ke luar negeri, angkanya cukup signifikan 79.530 pcs (Feb) dan 50.986 pcs (Mar).
Angka Retail Sales Hino juga menjadi acuan karena berada di peringkat ke-10 dari 45 brand otomotif di Indonesia. Kinerja Februari mencapai 1.560 unit dan Maret meningkat sebesar 25,4% menjadi 1.956 unit. Bila dibandingkan dengan tahun 2025, kinerja ritel bulan Maret turun sekitar 6,1%.

Kinerja positif Hino juga didukung dengan nilai investasi yang mencapai USD 112,5 juta (Rp1,8 triliun) dengan kapasitas produis 75.000 unit pertahun dan pensera-an tenais kerja mencapai 1547 orang. Maka kunjungan manajemen Hino Motor Ltd Jepang ke Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada 17 April 2026, diterima langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisal Riza.
Mereka antara lain Satyakam Arya, President & CEO sekaligus Member of the Board of Directors Hino Motors Ltd (HML) Japan, Shingo Sakai – Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), serta Hiroshi Terawaki – Presiden Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI).

Sebagai upaya mendukung peningkatan nilai tambah dalam negeri, Hino juga terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Saat ini, nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Hino telah mencapai 44,35% hingga 57,26% untuk berbagai tipe kendaraan, bahkan untuk enam tipe kendaraan yaitu Hino300 Series 115 SD, 136 HD, 136 HDX, 136 MDL, 115SDB, dan 115 SDBL telah mencapai 71,85%. Peningkatan kandungan lokal ini menjadi bukti nyata penguatan industri komponen nasional serta dukungan Hino terhadap ekosistem manufaktur dalam negeri.
Tidak hanya fokus pada produksi, Hino juga berkontribusi melalui program pengembangan sumber daya manusia dan tanggung jawab sosial. Hal ini dilakukan melalui program pendidikan vokasi, dukungan fasilitas laboratorium, serta kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja industri otomotif Indonesia.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri dan pemangku kepentingan guna mempercepat optimalisasi kapasitas produksi nasional. Dengan sinergi tersebut, industri otomotif Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh, semakin berdaya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia. Selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh guna menjaga performa kendaraan pelanggan. Melalui jaringan layanan yang tersebar luas, ketersediaan suku cadang, layanan perawatan berkala, hingga dukungan teknis profesional, kami berupaya memastikan operasional pelanggan tetap optimal dan produktif di berbagai sektor industri.” tutup Shingo Sakai, Presiden Direktur HMSI.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.























